Kena Banjir, SMKN 1 Negri Katon Tunda Uji Kompetensi

0
311
views

TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN-Pasca Banjir yang melanda di Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran mengakibatkan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri ( SMKN 1) Negri Katon urung melaksanakan Uji Kompetensi.

Batalnya para siswa SMKN 1 Negeri Katon ini mengikuti Uji Kompetensi yang sudah di jadwalkan oleh pihak sekolah pada Senin 27-29 Februari ini lantaran sekolah mereka terendam banjir setinggi 1 meter lebih sehingga segala macam alat praktek berupa komputer dan Letop serta motor terendam banjir, Selasa (21/2) lalu.

Menurut Kepala Sekolah SMKN 1 Negri Katon Andi Saputro mengatakan bahwa kejadian tersebut membuat pihaknya kebingunagan karna sarana prasarana untuk mendukung pelaksanaan uji kompetensi yang aka di laksanakan oleh 160 siswa rusak akibat terendam air. Namun dirinya masih optimis akan melaksanakan uji kompetensi meski tertunda.

“Kita sudah menjadalkan uji kompetensi akan dilaksanakan pada hari senin nanti dari tanggal 27-29 Februari namun terpakasa kita mundurkan di tanggal 1-3 Maret karena sarana prasarana untuk praktek rusak semua jadi kita nati mengunakan sarana praktek yang masih bisa diperbaiki,” kata Andi.

Menurutnya bahwa hal ini sudah di laporkan seta sudah berkordinasikan dengan pihak Dinas Pendidikan provinsi Lampung dan Diknas pusat namun pihaknya masih menunggu keputusan keputusan dari provinsi dan dikanas pusat .

“Kita sudah laporkan semua kondisi sekolahan ini kalau kerugian yang kita tapsirkan mencapai 300 Juta belum lagi matinya 100 ayam yang akan menjadi prektek siswa uji Kompetensi jurusan perternakan semuanya habis tidak ada sisa,” ucapnya.

Andi Saputro juga mengatakan bahwa kejadian ini baru kalinya terjadi semenjak berdirinya SMKN 1 Negri katon dari tahun 2013 yang ia pimpin sampai saat.

“Saya awalnya pada hari selasa itu dapat telpon dari pihak kepala Desa setempat bahwa air sudah masuk dalam sekolah terus saya kelokasi dan langsung menarok barang ke lokasi yang tinggi namun lama kelamaan air semakin tinggi memcapai ketinggian 1 meter lebih saya bisa cuma pasrah melihat segala peralatan praktek kita terendam air kita berharap supaya pemerintah provinsi dan pusat bisa membantu kami,” pungkasnya.(ydn)