. . .

Kemensos Berhasis Tutup 122 Lokalisasi

image_print

TRANSLAMPUNG.COM – Pada periode 2014-2017, Kementerian Sosial telah menutup 122 dari 136 lokalisasi prostitusi di sejumlah provinsi. Sebanyak 20.000 pekerja seks komersial (PSK) dikembalikan kepada keluarganya.

Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan, prostitusi merupakan persoalan sosial yang berdampak luar biasa bagi masyarakat. Di lokalisasi, menjadi tempat eksploitasi manusia, perdagangan orang dan berbagai praktik menyimpang lainnya.

“Oleh karena itu, Kementerian Sosial akan terus melanjutkan program penutupan lokalisasi. Targetnya, tahun 2019 Indonesia bebas dari lokalisasi prostitusi,” kata Idrus, Kamis, (19/4).

Hal yang tak kalah penting adalah bagaimana tindak lanjut dari penutupan lokalisasi yang dilakukan pemerintah. Idrus melihat pentingnya Kemensos melakukan sinergi dengan kementerian dan lembaga lain. Sebab setelah lokalisasi ditutup, ada sejumlah tindakan lanjut yang harus dilakukan.

“Seperti bagaimana menyiapkan kemampuan vokasionalnya, kesiapan sosial, psikologisnya, dan sebagainya. Ini yang perlu dikoordinasikan bersama,” kata Idrus.

Ia juga mengingatkan agar keputusan penutupan prostitusi juga perlu mengkalkulasi dampak sosial ekonomi bagi warga yang menggantungkan hidupnya dari lokalisasi prostitusi. Harus dipikirkan orang-orang yang kehilangan mata pencaharian setelah penutupan.

Belum lagi adanya migrasi PSK dari satu lokalisasi yang sudah ditutup ke lokasi lain. “Pada beberapa kasus, PSK dari satu lokalisasi yang ditutup berpindah ke lokalisasi lain,” kata Idrus.

Ia secara terbuka juga memuji langkah Pemerintah Kota Surabaya yang dipimpin Tri Rismaharini dengan menutup lokalisasi Dolly. Selain karena Dolly adalah lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, juga langkah-langkah Risma menangani pascapenutupan cukup baik.

“Bu Risma menyediakan sarana dan pelatihan agar mantan PSK bisa mandiri. Bu Risma mengubah bekas lokalisasi menjadi rumah kreativitas. Lokasinya ada di rumah itu, dan kreativitas itu juga menjadi sumber pendapatan sehingga harkat dan martabat mereka bisa kembali,” pungkas Idrus. (met/JPC/jpg)

error: Content is protected !!