Kemenpupera Beri Bantuan Empat Perumahan di Balam

0
109
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Empat perumahan di Kota Bandarlampung (Balam) dipastikan akan menerima bantuan pembangunan jalan lingkungan, dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera)

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (DPP) Kota Bandar Lampung, Effendi Yunus mengatakan, pihaknya mengajukan bantuan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) kepada empat perumahan, yaitu perumahan Beringin Raya, Nusantara, Slara Residence, dan Lamban Bhayangkara.

“Bantuan diberikan untuk perumahan yang mengadakan rumah subsidi minimal 100 unit. Jadi kita ajukan tahun 2017 ini langsung empat perumahan untuk bantuan PSU kemenpupera,” kata dia di ruang kerjanya, Rabu (11/10).

Rencananya, bantuan pembangunan jalan lingkungan baru akan dikerjakan ditahun 2018 mendatang. Selain jalan, bantuan lainnya juga bisa turun mulai dari pembangunan masjid, taman, ruang bermain setelah rumah subsidi tersebut diserahkan semua kepada masyarakat.

“Awalnya dapat bantuan jalan dulou. Nanti kalau sudah diserahkan baru diberikan bantuan pembangunan lain dari kemenpupera,” imbuhnya.

Sebelumnya, program bantuan pada perumahan yang menyediakan rumah subsidi ini ada pada Bappeda dan Dinas PU Kota Bandar Lampung.

“Baru tahun ini programnya diserahkan ke kami sebagai dinas baru di pemkot,” jelasnya.

Pihaknya juga terus mendorong perumahan menyediakan rumah subsidi untuk mendukung program sejuta rumah Presiden Joko Widodo ini. Dari data yang dimilikinya, pada tahun 2014 terdapat 230 perumahan yang ada di kota Tapis berseri.

Jika dirata rata setiap perumahan menyediakan 50 unit rumah subsidi maka dalam satu tahun minimal terdapat 11.500 unit rumah subsidi.

“Data pastinya masih kita verifikasi pendataan ulang. Yang jelas penyediaan rumah subsidi minimal 50 unit untuk minimal 1 hektare luas lahan perumahan,” pungkasnya.

Terpisah, Kasi perumahan DPP Bandar Lampung, Erwansyah mengatakan penyediaan rumah subsidi bervariasi.

“Ya tidak bisa dirata rata. ada yang 100 unit, 130 unit, bahkan ada yang 200 unit. Ada juga yang bertahap 75 unit dulu ditahun pertama, selanjutnya 75 unit lagi,” kata dia.

Mahalnya harga tanah dan keterbatasan tata ruang kota Bandar Lampung, membuat program sejuta rumah kurang maksimal di setiap perumahannya. Harga nilai tanah yang tinggi membuat pengembang perumahan kesulitan untuk mencari keuntungan. Juga keterbatasan lahan untuk rumah tipe 36 dengan harga Rp105 sampai Rp120juta per unit rumah.

“Kalau dari rumah subsidi gak ketemu nilainya. pengembang kesulitan cari untung. Nilai jual terlalu tinggi, sementara minat masyarakat juga kecil. Tapi kan sekarang mulai ada pengembang adakan rumah subsidi meskipun tidak banyak,” pungkasnya. (jef/fik)