Kemenpora Promosi Pencak Silat di Azerbaijan

0
101
views

TRANSLAMPUNG, BAKU Delegasi Tim Coaching Clinic yang terdiri dari dua orang pelatih dan lima orang perform seni bela diri cabang olahraga pencak silat, tiba di Baku, Azerbaijan pada Jumat (8/9).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Asdep Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan bersama Asdep Industri dan Promosi Olahraga pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga yang didukung PB IPSI dan PERSILAT bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kedutaan Besar RI untuk Republik Azerbaijan.

Hal ini dilaksanakan untuk mengisi salah satu program dalam agenda Memeriahkan Hari Olah Raga Nasional (Haornas) 2017 dan Kemerdekaan RI ke 72 Tahun di Azerbaijan.

Kedatangan delegasi dari Indonesia disambut secara resmi oleh Duta Besar RI untuk Republik Azerbaijan, Dr. H. Husnan Bey Fananie, MA, dalam rangkaian acara resmi jamuan makan malam (welcome dinner).

Dalam kesempatan tersebut, bersamaan hadir pula delegasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata Kabupaten Langkat-Sumsel, utusan dari UIN Bandung, delegasi musik budaya (Dwiky Dharmawan), delegasi dari Daya dan perwakilan lainnya yang memang hadir dalam rangka memeriahkan Indonesia Cultural Festival (ICF) 2017, yang di dalamnya akan ditampilkan berbagai sajian budaya termasuk pencak silat sebagai salah satu warisan budaya asli Indonesia, yang diharapkan terus bisa berkiprah hingga ke jenjang yang tertinggi.

Dalam sambutannya, Dubes Fananie menyampaikan keberadaan Pencak Silat merupakan cabang olahraga yang sangat besar atensinya di Azerbaijan, dibuktikan dengan banyaknya perguruan dan padepokan pencak silat yang mencapai puluhan jumlahnya dan munculnya atlet pencak silat Azerbaijan yang menjadi juara di berbagai event di Eropa dan Asia.

“Pentingnya budaya cabang olahraga pencak silat untuk terus dikembangkan dan disosialisasikan dengan baik oleh seluruh stakeholder yang terlibat, termasuk kami selaku wakil Indonesia yang berada di Azerbaijan,” kata Fananie.

Namun demikian, lanjutnya, Azerbaijan juga tetap perlu dukungan dari semua pihak agar keberadaan cabang olahraga pencak silat bisa terus berkembang pesat dan aktif pembinaannya. “Sehingga harapan agar bisa dipertandingkan di level tertinggi, yakni salah satu nomor cabang olahraga olympic bisa tercapai,” tutup Fananie.

Dalam kesempatan yang sama, Kemenpora melalui unit Asdep Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan serta Asdep Industri dan Promosi Olahraga memastikan terus mendorong dan mengharapkan agar pembinaan cabang olahraga pencak silat di Azerbaijan dan sekitarnya bisa terus berkembang.

“Terima kasih tentunya untuk Bapak Fananie selaku Dubes Azerbaijan. Sangat diharapkan pencak silat bisa terus dipromosikan dan dilatihkan di segala lini, sebagai upaya kita menjaga agar khasanah budaya asli Indonesia ini bisa terus eksis hingga bisa tetap dipertandingkan dalam berbagai event maupun misi budaya yang ada dalam berbagai kegiatan dan ditatakelolai dengan baik,” beber Marheni Dyah K, selaku Asisten Deputi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan.

“Hal ini termasuk seiring hadirnya delegasi yang dikemas melalui event Coaching Clinic Pelatih dukungan untuk kegiatan Indonesian Cultural Festival 2017 di Azerbaijan melalui undangan resmi Bapak Dubes Fananie,” sambungnya yang diamini Hj. Suryati, selaku Asisten Deputi Industri Industri dan Promosi Olahragauti Industri Industri dan Promosi Olahraga

Promosi pencak silat ini sendiri dilaksanakan pada 9-12 September dan akan dimulai dengan rangkaian penampilan seni bela diri pencak silat selama dua hari, dan dalam dua hari berikutnya akan dilangsungkan coaching clinic pelatih pencak silat yang akan diikuti oleh federasi pencak silat Azerbaijan. (jpnn)