Kemenhan Kaji Komprehensif Dua Alternatif Wacana Industri Pertahanan di Tanggamus

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Wacana Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk mendirikan Kawasan Strategis Industri Pertahanan di Kabupaten Tanggamus, semakin serius. Terungkap dalam rapat di Kementerian Pertahanan itu, wacana mobilisasi tiga Badan Usaha Milik Negara yaitu PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia ke garis pantai Tanggamus, memiliki dua alternatif yang masing-masing opsinya memunculkan konsekuensi.

RAPAT PEMAPARAN: Kepala BAPPEDA Tanggamus Hi. Hendra Wijaya Mega (kedua dari depan) saat mengikuti Rapat Paparan Survey Rencana Pembangunan Kawasan Strategis Industri Pertahanan ke Kabupaten Tanggamus.

Konsekuensi itulah yang harus dicari solusinya oleh pusat, provinsi, maupun kabupaten. Sehingga pada Rabu (13/12), Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu memimpin Rapat Paparan Survey Rencana Pembangunan Kawasan Strategis Industri Pertahanan ke Kabupaten Tanggamus. Rapat tersebut berlangsung di Gedung Balai Sudirman Kemenhan RI dan diikuti seluruh Pejabat Eselon I dan II Kemenhan.

Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan (Dirjen Kuathan) Kemenhan RI, Mayjen TNI Bambang Hartawan, dalam rapat itu menyampaikan dua alternatif pembangunan Industri Pertahanan.
Alternatif pertama, pengembangan lebih banyak diarahkan ke kawasan Register 28, berdampingan dengan Kawasan Industri Maritim (KIM) Tanggamus.

“Alternatif kedua, adalah mengarah ke Register 27. Tepatnya ke arah utara hutan dan pegunungan,” ujar Bambang Hartawan.

ALTERNATIF I: Inilah peta Alternatif I wacana pembangunan Kawasan Strategis Industri Pertahanan yang rencananya dibangun di Kabupaten Tanggamus.

Sementara dalam arahannya setelah mendengarkan paparan Dirjen Kuathan, Menhan Ryamizard Ryacudu meminta semua unsur terkait agar mencari solusi terbaik. Solusi dimaksud adalah jalan keluar terkait banyaknya penduduk di calon lokasi Kawasan Strategis Industri Pertahanan yang harus direlokasi.

“Saya juga tekankan agar Zeni melakukan survey kembali secara cepat dan komprehensif,” kata menteri berdarah Lampung itu.

Kajian komprehensif, lanjut Ryamizard, sangat diperlukan. Sebab kajian komprehensif itu sebagai data-data pendukung, dalam menentukan luasan yang diperlukan tiga BUMN yang bergerak di bidang industri pertahanan, yaitu PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia (DI).

ALTERNATIF II: Inilah peta Alternatif II wacana pembangunan Kawasan Strategis Industri Pertahanan yang rencananya dibangun di Kabupaten Tanggamus.

“Mengingat, lahan di Pulau Jawa yang sudah semakin mereduksi dari waktu ke waktu. Untuk itu, Kemenhan harus mencari solusi terbaik memecahkan persoalan krusial minimnya lahan di Pulau Jawa,” tutur Ryamizard lagi.

Pemerintah Kabupaten Tanggamus, melalui Sekretaris Daerah Hi. Andi Wijaya didampingi Komandan Komando Distrik Militer 0424/Tanggamus Letnan Kolonel Arh. Anang Hasto Utomo, sangat menyambut baik rencana Pemerintah Pusat ini. Terutama wacana Kemenhan untuk membangun Kawasan Strategis Industri Pertahanan di Tanggamus.

“Perlu pemindahan 20.000 ribu jiwa lebih, jika dilakukan alternatif I seperti yang diungkapkan Dirjen Kuathan. Sementara untuk alternatif II yang menuju kawasan Register 27 dan 28, topografi dan kontur tanah pegunungan lebih menantang,” kata Anang.

Sementara Andi Wijaya menyebutkan, pembangunan Kawasan Strategis Industri Pertahanan ke Tanggamus, memerlukan studi fenomenologi dan sosiologi terlebih dahulu.

“Selain itu, juga perlu diperhatikan aspek Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) juga, sebelum membangun (Kawasan Strategis Industri Pertahanan) ini,” ungkap Andi Wijaya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Lampung, Taufik Hidayat mengungkapkan,
Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh dan akan melakukan penyesuaian kembali Tata Ruang Provinsi. Lalu Perwakilan Badan Pertanahan Nasional Lampung menyampaikan, lahan Pertamina seluas 800 hektare saat ini dalam proses sertifikasi oleh BPN Pusat.

“Intinya Pemprov Lampung siap mendukung wacana Kemenhan RI ini,” kata Taufik sembari menyampaikan salam hormat Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo pada Ryamizard Ryacudu.

Kepala BAPPEDA Tanggamus Hi. Hendra Wijaya Mega menambahkan, perlu adanya koordinasi kembali dengan PT. Pertamina dan PT Repindo. Tujuannya, agar Kawasan Strategis Industri Pertahanan dan Kawasan Industri Maritim berjalan berdampingan.

“Pemkab Tanggamus sedang menyiapkan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) untuk tiga kecamatan. Meliputi Kecamatan Kotaagung Timur, Limau, dan Cukuhbalak. Untuk itu, dalam rapat tingkat nasional itu, kami mengajak serta Camat Limau, Limau, dan Kotaagung Timur bersama tiga Kepala Pekon, Sultan Kebandakhan Limau dan beberapa Tokoh Adat setempat,” tandas Hendra Wijaya Mega melalui pesan Messenger pada translampung.com. (ayp)

News Reporter