Kematian Danu Prayoga Penuh Misteri, Polisi: Kesulitan Ungkap Pelaku.

TRANSLAMPUNG.COM
PANARAGAN–Nampaknya Kedua lembaga Kepolisian Sektor Tulangbawang Tengah, dan Tulangbawang Udik‎, wilayah hukum Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mendapat ujian besar. Atas kematian Danu Prayoga (13) Warga Margomulyo Rk7-Rt24, ditemukan tewas dalam sumur, diduga penuh Misteri.

‎Hal tersebut pasca 30 November 2017 dua pekan lalu, korban Danu Prayoga ‎telah meninggalkan kediamannya sejak Pukul 14:00 Wib untuk mengikuti belajar kelompok,  tak kunjung kembali. Namun bocah malang tersebut ‎ telah ditemukan tidak bernyawa dalam sumur diperkebunan sawit milik warga Tiyuh mekar asri, Tulangbawang Tengah pada (11/12/2017) sekira Pukul 13:00 Wib.

Menurut Suryati (40) ibu kandung korban Danu prayoga menuturkan. Semasa hidup korban selam ini tergolong anak yang penurut, rajin ibadah, pendiam dan tidak berulah, baik dalam keluarga maupun terhadap tetangga sekitar. Oleh sebab itu, dirinya menduga kematian anak ketiganya tersebut murni pembunuhan.

” setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh pihak RS.Menggala Tulang Bawang, jenazah anak saya langsung di bawa pulang d‎an dikebumikan malam itu juga ditempat pemakaman umum (TPU). Menurut ibu saya ditemukan bekas luka dibagian perut sebelah kiri, batok kepala nya retak, bahkan didalam celana korban didapat ceceran kotoran air besarnya, saya pastikan sebelum meninggal korban dianiaya terlebih dahulu oleh pelaku. Selanjutnya barulah dimasukkan kedalam sumur. Kami berharap kepada pihak kepolisian agar dapat segera melakukan penangkapan terhadap pelaku, dan diberikan hukuman yang seberat beratnya.” kata Suryati, sembari terurai air mata, saat di jumpai Trans lampung.com‎ dikediamannya pada (12/12/2017) sekira pukul 16:56 Wib.

Sementara itu, dengan nada rendah sedikit dingin sang ayah tiri Supriyatna (45) menuturkan. Dirinya tidak tahu persis kejadian secara detail, sebab kala itu dia tidak berada dirumah sedang bekerja pada satu diantara Prusahaan kabupaten Lampung Tengah.

‎” seperti biasanya setiap pagi jika Danu prayoga (Korban) hendak berangkat sekolah pasti berbarengan dengan saya, kebetulan saya juga bekerja di Prusahaan BW Mataram Lampung Tengah. Saat jam pulang sekolah korban pun dijemput oleh ibunya,  karena saya pulang kerja sampai rumah pukul 16:00 Wib sore, ketika saya hendak menggunakan motor,‎ istri saya mengatakan jika motor sedang dibawa Danu sejak pukul 14.00 Wib, karena mengantarkan uang iuran kelompok sebesar Rp.2000 tetapi korban diberi ibunya uang Rp.5000.” Katanya.

‎Dikatakan Suparso (47) Warga Rk7-Rt23 Tiyuh setempat selaku tetangga korban turut menjelaskan. ‎Korban tersebut masih duduk dibangku sekolah menengah pertama kelas 7, pastinya sangatlah lugu dan tidak tergolong anak nakal pada umumnya. Oleh karenanya, warga sekitar pun menduga jika kematian almarhum Danu prayoga sangatlah tidak wajar, sebab ketika korban meninggalkan rumah itu menggunakan motor, namun motor tersebut tidak ditemukan saat penemuan jenazah korban.

‎” ditubuh korban banyak luka ditemukan dibagian perut sebelah kiri, bahkan batok kepala korban retak, ‎atas nama warga kami minta kepada pihak kepolisian agar dapat melakukan pengungkapan terhadap pelaku pembunuhan keji ini, semoga dengan doa warga sekitar pelaku dapat segera di tangkap.” Imbuhnya.

Hingga berita ini dilangsirkan kedua Sektor setempat yakni Tulangbawang Tengah dan Tulangbawang Udik, belum dapat memberikan keterangan dari hasil penyelidikan yang mereka lakukan atas kematian korban.

 

News Reporter