. . .

Keluarga Terduga Tersangka Pelaku Penyimpangan Seksual Siapkan Dana Perdamaian.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.

Terkait penangkapan terhadap terduga tersangka  LHP (34) pelaku pelecehan dan penyimpangan seksual sodomi, terhadap korban R (13) anak dibawah umur warga Tiyuh (Desa) Margomulyo Rk2-Rt6, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung. Pekan lalu, dibenarkan keluarga tersangka.

Menurut orang tua terduga tersangka, inisial S (55) didampingi kakak kandung perempuan pelaku mengatakan. Saat penangkapan terhadap adiknya, tersangka sempat berpamitan dengan ibunya untuk pergi ke polsek Tumijajar dengan maksud ada keperluan sembari menenteng pakaian dalam kantong plastik.

Disampaikan kakak kandung perempuan tersangka, menyadari atas perbuatan adiknya tersebut pihak keluarganya sedang berupaya dan telah menemui keluarga korban untuk menyampai kan permemintaan sekaligus permohonan maaf.

“Kemarin itu pada Kamis (23/5/2019) Bapak, ibu, dan saya, kami bertiga sudah ke rumah keluarga korban sekitar pukul 9.30 Wib untuk menyampaikan permohonan maaf. Sebelumnya, keluarga kami kaget, sebab kami tahu sudah jam 3 sore kalau adik saya ditahan.” Kata kakak perempuan LHP saat dijumpai translampung.com di kediamannya pada (24/5/2019)

Lebih jauh kakak kandung tersangka LHP menceritakan. Saat ini pihak keluarganya sedang mengumpulkan dana untuk menyelesaikan kasus tersebut terhadap keluarga korban.

“Segala sesuatunya akan butuh dana, seperti cabut perkara, nanti setelah dana kami siap tinggal diatur dimana tempat perdamaiannya.” Jelasnya.

Sementara itu, menurut ayah kandung LHP, Keluarga besarnya merasa terpukul atas perbuatan yang dilakukan oleh LHP, dan tidak menyangka kasus tersebut dilakukan anak ketiganya.

“LHP itu Majelis Gereja, kegiatannya sehari-hari jaga konter, dan ATM mini milik BUMT Tiyuh Margomulyo, memang anak-anak kecil pada kumpul bermain di kediamannya karena ada fasilitas wifi, kadang kadang anak-anak bermain sampai jam 12 malam tapi tidak sampai subuh. Saya memang sudah pernah peringatkan supaya tidak larut malam.” Imbuhnya (Dirman)

 

error: Content is protected !!