. . .

Kelebihan Tonase Kendaraan Memicu Hancurnya Jalan Poros Kabupaten Waykanan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, NEGERI AGUNG – Baru hitungan bulan Setelah di bangun menggunakan dana APBD Kabupaten pada tahun 2017 lalu, salah satu Jalan Poros Kabupaten Waykanan yang berada di kampung mulya sari kecamatan Negeri Agung yang juga menjadi jalan utama untuk menuju ke kecamatan Pakuan Ratu, kecamatan Negara Batin dan kecamatan Negeri Besar kembali Hancur hingga nyaris tidak bisa di lalui. Salah satu pemicu Rusaknya jalan tersebut diduga karena lebih nya Tonase Kendaraan yang melintas.

Burlian, warga kecamatan Negeri Agung, salah satu pengguna jalan sangat mengeluhkan kondisi jalan yang Hancur tersebut, ia mengaku bahwa dirinya bersama pengguna jalan lainnya harus menunggu hingga berjam jam untuk melintas dijalan itu, pemicu nya adalah karena adanya Kendaraan Truk yang kelebihan muatan terjebak dan tidak bisa keluar dari kondisi jalan yang berlumpur.

“kurang lebih 2 jam kami menunggu untuk lewat, tapi kendaraan truk bermuatan singkong itu tidak bisa bergerak sama sekali terjebak dalam kondisi jalan yang hancur, kelamaan menunggu dan tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan akhirnya kami memutuskan untuk kembali dan menggagalkan pekerjaan kami, kalau seperti ini kan masyarakat yang dirugikan,” ujar Burlian bernada kesal, saat di konfirmasi oleh translampung.Com, Senin (9/4)

Menurut Burlian, Saat ini sudah saatnya pemerintah Menindak tegas para pengguna jalan yang menggunakan kendaraan Truk atau Fuso untuk tidak melebihi muatannya ketika melintas dijalan Poros tersebut sehingga jalan bisa terawat dan awet.

“sangat disayangkan padahal pemerintah sudah mengeluarkan dana besar untuk memperbaiki jalan kita, tapi percuma kalau tidak ada ketegasan untuk menjaga nya,” Tambah Burlian.

Terpisah, Dedy, salah satu pengguna jalan juga menginginkan supaya pemerintah Kabupaten Waykanan dapat segera membuat peraturan tentang batas tonase kendaraan sehingga para pengguna jalan yang menggunakan kendaraan Truk dapat mengurangi Beban muatan mereka ketika melintas.

“sudah saatnya pemerintah kita bisa tegas dalam hal ini, mungkin salah satu cara untuk meminimalisir kerusakan jalan kabupaten. Geliat pembangunan dengan tuntas ruas sudah terlaksana, tapi pemicu kerusakan yang ada didepan mata sudah saatnya disikapi juga.i Sudah semestinya diterbitkan  Peraturan Daerah (Perda) tentang batas Tonase Kendaraan yang melintas di seluruh jalan Poros kita,” tegasnya.(migo)