. . .

Kekerasan Anak Tinggi di Makassar

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, MAKASSAR– Kasus kekerasan anak di Kota Makassar terbilang cukup tinggi. Data dari Unit Perlindungan Anak Polrestabes, sepanjang 2018 ini, sudah ada 52 kasus.

Kanit 6 Perlindungan Anak Polrestabes Makassar, Ipti Ismail, mengatakan, kasus kekerasan tersebut dominan terjadidi lingkungan sekolah.

“Baru-baru ini, Agustus ada lagi tujuh kasus. Korban rata-rata berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Akan tetapi yang mengagetkan, pelakunya dari lingkungan terdekat korban. Seperti tetangga, sepupu,” ungkapnya pada Coffee Morning Humas Pemkot Makassar di Coffee Alps, Rabu, 29 Agustus.

Kondisi ini pun mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar. Disdik bersama UNICEF (United Nations Children’s Fund) ingin menggencarkan program Sekolah Anti Bully.
Kabid Pendidikan Dasar, Disdik Makassar, Hidayat, program ini sudah ada sejak 2017 lalu. Meskipun memang baru dilakukan pada dua sekolah yakni SMPN 10 Makassar dan SMPN 37 Makassar.

Pada dua sekolah ini, dinilai memiliki tingkat kekerasan yang cukup tinggi. Program ini pun diklaim cukup positif. Kekerasan diantara siswa menurun.

“Kami melakukan pendampingan dan melakukan pelatihan kepada kepala sekolah dan guru. Tujuannya, memberikan pemahaman mengenai konsep bully, cara mengatasi, dan mencegahnya,” ungkapnya.

Organisasi ekstrakurikuler juga dinilai sangat membantu mengurangi tingkat bully. “Di tahun 2018 ini, kita masuk di SMPN 1, SMPN 3, SMPN 26, dan SMPN 13,” tambahnya. (*)