. . .

Kejati Jatim Sudah Tunjuk Jaksa Teliti Berkas Tersangka Ahmad Dani

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA –  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim) telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus pencemaran nama baik atas nama tersangka Ahmad Dani Prasetyo. SPDP  diterima dari penyidik Polda Jawa Timur dengan register No : B/278/X/Res.2.5/2018/Ditreskrimsus tertanggal 12 Oktober 2018.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Mukri mengatakan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur telah menerbitkan surat perintah penunjukkan jaksa penuntut umum (JPU) penelitian berkas perkara (P16). “Jaksa yang ditunjuk sebanyak 2 orang,” katanya, Kemarin.

Dia menjelaskan, kasus posisi perkara ini berawal pada 26 Agustus 2018 korban melakukan orasi di depan Hotel Majapahit Jalan Tunjungan, Surabaya, menuntut afar Ahmad Dani kembali ke Jakarta serta tidak melakukan orasi dengan acara #GantiPresiden yang akan digelar di Tugu Pahlawan, Surabaya.

Lalu antara korban dan Ahmad Dani mediasi yang difasilitasi pihak Hotel Mojopahit. Saat itu disepakati Ahmad Dani tidak melakukan orasi dan akan kembali ke Jakarta.

Namun, muncul di beberapa media online Ahmad Dani mengatakan bahwa yang melakukan demo di depan Hotel Majapahit adakah “idiot” yang dinilai menyebarkan informasi yang bermuatan penghinaan atau pencemaran nama baik.

“Sesuai SPDP dari Polda Jatim, ADP diduga melakukan pencemaran nama baik melanggar pasal 27 ayat (3) jo pasal 45 ayat (3) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” jelas Mukri.

KASUS LAIN

Sementara itu Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Dr Sunarta, mengungkapkan, selain dalam kasus pelanggaran ITE, Kejati Jatim juga telah menerima SPDP npmpr/463/X/Res.1.11/2018/ tertanggal 8 Oktober 2018 terkait kasus penipuan dan penggelapan yang diduga melibatkan Ahmad Dani.“Sudah saya tunjuk 3 jaksa untuk mengikuti perkembangan penyidikan perkara tersebut,” katanya saat dikonfirmasi.

Ditambahkan Sunarta, ketiga jaksa yang ditunjuk itu adalah HM Usman SH, Sabetala Ramba SH dan Novan Arianto SH. “Kita lihat saja perkembangannya,” katanya.

Lebih lanjut Sunarta menjelaskan, kasus posisi perkara ini bermula pada 4 Mei 2016 Ahmad Dani menawarkan kerjasama dengan Edy Rumpoko (mantan Walikota Batu). Edy akhirnya menyerahkan Rp 400 juta dengan keuntungan 5 persen yang akan dikembalikan selama 1 bulan.

Saat itu Ahmad Dani hanya mengembalikan Rp 200 juta. Sedangkan sisanya serta keuntungan belum dikembalikan. Saat itu tersangka berjanji akan mengangsur Rp 10 juta. Namun sampai sekarang tidak terealisasi.“Kita tunggu saja perkembangannya nanti,” tutupnya. (Lan/FIN/tnn)