Kejari: Tahun Ini Kasus Korupsi Meningkat

TRANSLAMPUNG.COM, KALIANDA – Sepanjang tahun ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 5,6 miliar dan sudah disetor ke kas negara.

Menurut Kepala Kejari Kalianda, Sri Indarti, pengembalian uang negara sebesar Rp 5,6 miliar itu berasal dari empat terdakwa kasus korupsi yang ditangani pihaknya.

“Sepanjang tahun 2017, kami berhasil mengembalikan uang negara dari sejumlah kasus korupsi,” kata dia, usai upacara memperingati Hari Anti Korupsi Internasional, di halaman kantor kejari setempat, pekan lalu.

Selain itu, lanjut Sri, uang senilai Rp 370 juta masih dititipkan di Kejari Kalianda dari tujuh terdakwa, serta uang sebesar Rp 250 juta dari pembayaran denda lima terdakwa.

“Uang saat ini masih dititipkan di RPL Kejari,” jelasnya.

Sementara, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Kalianda, Fariando Rusmand menjelaskan, pihaknya sudah mengeksekusi sembilan perkara tindak pidana korupsi.

“Sudah sembilan perkara yang sudah kami eksekusi sepanjang tahun 2017,” kata dia.

Kasus tindak pidana korupsi tersebut, sambung Fariando, terkait gratifikasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda dan dermaga Sebalang, Desa Tarahan.

“Kasus ini menyeret pejabat eselon dua dan rekanannya,” ungkapnya.

Dibandingkan tahun 2016 lalu, ada peningkatan penanganan kasus korupsi pada tahun 2017 ini. Kasus tindak pidana korupsi yang ditangani pihaknya yang terjadi di Lampung Selatan dan Pesawaran.

“Yang jelas ada peningkatan penanganan kasus korupsi dibandingkan tahun lalu,” kata dia, tanpa menjelaskan jumlah kasus tahun lalu.

Sementara untuk bidang pencegahan, Kejari Kalianda menjalankan program Tim Pengawalan, Pengawasan Pemerintahan Pembangunan Daerah (TP4D).

“Sudah lakukan 14 kegiatan dalam rangka upaya pencegahan tindak pidana korupsi,” kata Kepala Seksi Intel, Kejari Lampung Selatan, Totok Alim Prawiro. (jhn/rus)

News Reporter