. . .

Kejar Predikat Rapor BB, Pemkab Tanggamus Hadiri Coaching Clinic SAKIP di KemenPAN-RB

image_print
COACHING CLINIC SAKIP: Bupati Tanggamus Dewi Handajani beserta Sekda Hamid H. Lubis dan jajaran Kepala OPD, serius menyimak pemaparan tentang SAKIP oleh Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan KemenPAN-RB Muhammad Yusuf Ateh, AK., MBA. di Ruang Bone Gedung KemenPAN-RB Jakarta Selatan, Rabu (26/6). (Foto: DISKOMINFO TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M., Sekretaris Daerah Drs. Hamid Heriansyah Lubis, M.Si., beserta seluruh jajaran, terus “bermanuver” demi meningkatkan kualitas, kapasitas, serta kapabilitas seluruh Organisasi Perangkat Daerah. Terutama dalam hal perencanaan kegiatan yang berekses pada penyusunan dan penyerapan anggaran. Sehingga tak ada anggaran pemkab yang terbuang percuma.

Kali ini upaya peningkatan tersebut direalisasikan dengan mengikuti Coaching Clinic Penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di lantai dua Ruang Bone Gedung KemenPAN-RB Jakarta Selatan, Rabu (26/6).

Kedatangan Bupati Tanggamus Dewi Handajani, Sekda Hamid H. Lubis, dan rombongan, disambut hangat Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan KemenPAN-RB Muhammad Yusuf Ateh, AK., MBA. beserta beberapa pejabat kementerian tersebut. Mengawali pemaparannya, Yusuf Ateh berharap silaturahmi dengan Pemkab Tanggamus dapat terus terjalin. Terutama dalam upaya peningkatan kemajuan Pemkab Tanggamus.

“Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah atau disingkat SAKIP, tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014, tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Di dalamnya menyebutkan SAKIP merupakan rangkaian sistematik dari berbagai aktivitas, alat, dan prosedur yang dirancang untuk tujuan penetapan dan pengukuran, pengumpulan data, pengklarifikasian, pengikhtisaran, dan pelaporan kinerja pada instansi pemerintah. Itu semua dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja instansi pemerintah,” terang Yusuf Ateh.

Tujuan SAKIP, masih kata Deputi Menpan-RB, untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Tujuan itu sebagai salah satu prasyarat untuk menciptakan pemerintah yang baik dan terpercaya di mata masyarakat. Lalu sasaran SAKIP adalah menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel, sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya.

“Juga untuk mewujudkan transparansi instansi pemerintah. Terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Dan terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” ujar Yusuf Ateh.

Secara khusus, ia memberikan mandat pada jajaran Pemkab Tanggamus, supaya mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang ada. Sebab berkaitan dengan efisiensi anggaran. Dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana seluruh jajaran Pemkab Tanggamus mampu merubah mindset-nya. Karena itu semua diakui Yusuf Ateh, tidaklah mudah.

“Semua tujuan baik itu perlu waktu, proses, kemauan, dan motivasi tinggi. Sehingga ke depan betul-betul anggaran yang ada terserap dengan baik. Namun bukan hanya penyerapan anggarannya, ada hal yang jauh lebih penting. Yaitu bagaimana anggaran yang ada, dapat bermanfaat bagi masyarakat sesuai dengan kegiatan yang tepat sasaran,” pesan Yusuf Ateh untuk Bupati Tanggamus dan jajaran.

Bupati Tanggamus: SAKIP untuk Mengeliminasi Kegiatan Duplikatif atau “Copy-Paste

BUPATI Tanggamus Dewi Handajani mengatakan, kunjungan perwakilan Kabupaten Tanggamus ke KPANRB agar masing-masing OPD di Tanggamus bisa semakin meningkatkan kinerjanya. Khususnya untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan (kapabilitas). Dengan harapan, OPD mampu menggerakkan lagi jajaran di bawahnya. Sehingga sesuai dengan komitmen bersama, bahwa tak akan ada lagi pemborosan anggaran pemerintah.

“Seperti apa yang telah disampaikan Bapak Deputi tadi, kami harus mulai dari perencanaan yang baik dan matang. Harus tahu apa yang menjadi target kegiatan. Kemudian diuraikan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Tak hanya berpatokan pada penyerapan anggaran. Namun harus dipahami bagaimana anggaran tersebut terserap dengan baik. Kemudian memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat,” tegas Dewi Handajani.

Kelompok pertama OPD yang mengikuti kegiatan ini pada Rabu (26/6), terdiri dari delapan OPD. Antara lain Bappelitbang, Dinas Pangan dan Pertanian, Inspektorat, Dinas Kesehatan, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, dan Dinas Ketenagakerjaan. Sementara hari ini (27/6) giliran tujuh OPD. Yaitu Dinas Pariwisata, Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Koperasi, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Badan KPSDM, serta Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana.

“Tentunya momen ini akan menjadi upaya evaluasi juga dari program-program yang telah kami rencanakan. Apakah memang sudah sesuai atau memang ada komposisi yang harus diperbaiki,” kata Bupati Tanggamus.

Tujuan yang paling mendasar, menurut Dewi Handajani, adalah untuk mencapai predikat yang selama ini sangat diharapkan Pemkab Tanggamus. Saat ini, kata bupati, Kabupaten Tanggamus baru sampai pada rapor CC. Sangat diharapkan dengan Coaching Clinic SAKIP oleh KemenPAN-RB ini, Pemkab Tanggamus mampu meningkatkan grade rapor ke Predikat BB.

Jika rapor predikat BB itu bisa diraih, Dewi Handajani menjelaskan, artinya indikator kinerja Pemkab Tanggamus semakin baik. Kemudian kegiatan yang di pemkab serta OPD lebih mengena sasaran, ada manfaatnya, dan anggaran terserap dengan baik. Namun tentu tetap ada evaluasi efisiensi, sehingga tidak ada pemborosan anggaran.

“Yang terpenting, tidak akan ada lagi kegiatan yang sifatnya hanya duplikatif atau hanya ‘copy-paste‘ dari kegiatan-kegiatan sebelumnya. Kembali saya berharap jajaran OPD Pemkab Tanggamus dapat memberikan kinerja yang terbaik. Yaitu mengelola anggaran yang ada, namun pemanfaatannya bisa maksimal bagi kepentingan masyarakat,” tandas bupati.

Bupati Dewi Handajani dan Sekda Hamid Heriansyah Lubis, juga didampingi Asisten Bidang Administrasi Drs. Firman Ranie, Inspektur Faturrahman, Kepala Diskominfo Drs. Sabaruddin, dan para Kepala OPD peserta coaching clinic. Lalu narasumber dari KemenPAN-RB yaitu Asisten Deputi (Asdep) Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi RBKUNWAS II Dra. Nadimah, MBA., Analis Kebijakan Madya Dra. Endang Purwaningsih, MAP, dan Analis Kebijakan Pratama Novan Kharisma Salainti, S.H. (rls/ayp)

error: Content is protected !!