Kegiatan Ini Bahayakan Perjalanan Kereta Api dan Warga di Sekitar Perlintasan

0
2620
views
Petugas PT KAI melakukan perawatan prasarana rel kereta api

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG– PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang khawatir dengan keselamatan penumpang kereta dan warga yang tinggal disepanjang perlintasan kereta api. Hal itu diungkapkan oleh Manager Humas PT. KAI Divre IV Tnk, Franoto Wibowo kepada Translampung.com, Kamis (12/10).

Kekhawatiran tersebut didasari dengan banyaknya Vandalisme (perbuatan merusak dan menghancurkan) terlebih pada perlintasan kereta api yang saat ini sering terjadi pencurian perlengkapan seperti besi plat sambung rel, Pencurian besi shoulder dan perusakan bantalan beton dan masih banyak lagi, dan itu dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Wilayah PT KAIDivre IV Tnk membentang dari Tarahan (Bandarlampung) sampai dengan Tanjungrambang (Prabumulih) sepanjang 325 Kilometer. Sebagai transportasi massal pengangkut orang dan barang, keselamatan menjadi prioritas utama bagi PT KAI. Dalam setiap rutinitasnya kami menjaga agar prasarana jalan rel, jembatan dan persinyalan selalu siap dan layak operasi dengan dilakukan pemeliharaan, perawatan, pemeriksaan dan penjagaan yang sudah terjadwal setiap harinya oleh SDM PT KAI yang handal dan kompeten, seperti jalan rel dan jembatan di lintas yang selalu di rawat dan dicek oleh personil regu JJ setiap harinya agar ketika dilalui kereta api aman dan nyaman. Tetapi dengan wilayah yang luas membentang ini hampir 90 persen lebih jalur kereta api tidak steril dan oknum yang berkepentingan atau bermaksud tidak baik bisa dengan leluasa masuk ke jalan rel dan melakukan berbagai aktivitas, bahkan ada oknum dengan sengaja melakukan Vandalisme,” kata Franoto.

Dia menjelaskan bahwa sudah jelas dalam UU nomor 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian pasal 181 bahwa Setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api. Kemudian dilarang menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

“Dan apabila melanggar dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun,” jelasnya.

Namun, dia menambahkan, masih banyak orang yang tidak paham dengan ketentuan tersebut bahkan ada yang melakukan Vandalisme  dengan melakukan tindak pidana pencurian alat-alat prasarana pengaman jalan rel yang masih digunakan untuk menunjang keselamatan Perjalanan Kereta Api. (hkw)