Kecewa, Panen Singkong Perdana Register 45 Dibawah Target

0
419
views
PANEN: Proses panen singkong dikawasan register 45 Sungai Buaya, Mesuji yang merugi karena tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

 

TRANSLAMPUNG.COM, MESUJI- Panen perdana singkong kemitraan di permukiman Karya Jaya, register 45 Sungai Buaya Mesuji Lampung tidak sesuai dengan apa yang diharapkan para petani. Hal itu dikatakan Ketua Gapoktan, Kristiyadi.

Kristiyadi berharap untuk kedepannya, seluruh lapisan masyarakat turut pro-aktif dalam meningkatkan hasil produksi.

“Jadi kedepannya, saya harap semuanya ikut turut serta dalam pencapaian target  panen kemitraan ini,” kepada Trans Lampung, Senin (12/6)

Dia minta kepada para petani mitra tidak hanya menuntut hak, namun juga harus turun langsung untuk mengawasi proses penanaman hingga panen.

“Jangan hanya menuntut hak, tetapi kewajiban kita sebagai petani masyarakat mitra, ya harus terlibat langsung dalam mengawasi lahan yang di mitrakan sejak pengolahan lahan sampai ke pemanenan,” ungkap Kristiyadi.

Menurut Kristiyadi, dengan tidak terpenuhinya target hasil produksi 25 sampai 30 ton, tidak tercapai. Otomatis keuntungan yang dicapai tidak memenuhi target.

“Dengan tidak terpenuhinya target hasil panen perhektar 25 sampai 30 ton.Tentukan berpengaruh nawacita kerjasama kemitraan yang ia soroti,” ungkapnya.

Kristiyadi menjelaskan, bahwa singkong kemitraan ini kriteria acuan untuk menekan kecilnya refaksi, ikut standar pabrik tapioka BAH Bujuk.

“Saat ini, acuan kami untuk menekan kecilnya refaksi, seloroh dengan standar pabrik tapioka BAH Bujuk. Yaitu, cecekan singkong yang bagus, umur singkong standar minimal berumur 11 bulan, dan tidak ada tanah yang termuat saat prosesi pemanenan,” tambahnya.

Sementara salahsatu petani singkong kemitraan, Joko ​ mengungkapkan bahwa faktor panen yang tidak memuaskan saat ini karena jarak tanam yang terlalu rapat sehingga penyerapan pupuk tidak maksimal.

“Iya karena jarak tanam antar pohon singkong ini mas yang jadi penyebab utama target panen tahun ini tidak tercapai. Kami menanam jaraknya terlalu dekat sih,” kata Joko. (r6).