. . .

Kebutuhan Hewan Kurban Diperkirakam Naik 10 Persen

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita menyebutkan bahwa, kebutuhan hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha 2018 diperkirakan mencapai 1,5 juta ekor. Naik sekitar 5 – 10 persen dari pemotongan hewan kurban pada 2017.

“Tahun ini naik, antara 5-10 persen dari tahun lalu. Sapi sebanyak 462.339 ekor, k‎erbau sebanyak 10.344 ekor, k‎ambing sebanyak 793.052 ekor, dan domba sebanyak 238.853 ekor.” Kata Ketut di kantornya, Jumat (3/8)

Ketut mengatakan, seluruh kebutuhan hewan kurban tersebut, nantinya bakal dipenuhi dari peternak lokal di seluruh provinsi. Untuk itu, dia mengaku sudah melakukan koordinasi dengan dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan terkait.

“Kebutuhan hewan tersebut dijamin dapat terpenuhi dari penyediaan ternak lokal,” ujarnya

Namun, guna mengantisipasi kebutuhan daging sapi segar di pasar tradisional selama Idul Adha yang tidak mungkin bisa disediakan dari ternak lokal, maka kebutuhan tersebut dipasok dari sapi atau kerbau bakalan siap potong yang ada di kandang feedloter.

“Sampai tanggal 20 Juli 2018 stok sapi bakalan siap potong sebanyak 30.170 ekor dan stok sapi bakalan yang sedang digemukan sebanyak 140.344 ekor,” terangnya

Sementara, dalam rangka mengamankan masyarakat terhadap risiko penularan penyakit zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya, Ditjen PKH telah melaksanakan langkah, antara lain,

Pertama, membuat pilot project tempat pemotongan hewan kurban di dua titik wilayah DKI. Kedua, mengirimkan SE ke seluruh dinas untuk meningkatkan pengawasan pemotongan hewan kurban

Ketiga, membentuk tim pemantau hewan kurban Ditjen PKH untuk melakukan supervisi pengawasan diwilayah Jabodetabek dan melaksanakan rapat koordinasi yang direncanakan pada 1 Agustus 2018

Keempat, bekerja sama dengan LSM untuk membuat dan menyebarkan melalui media sosial tentang penyembelihan hewan kurban yang baik, untuk disebarkan ke seluruh DKM di Indonesia

“Kelima, bekerja sama dengan Perguruan Tinggi, LSM dan DKM untuk aktif melakukan sosialisasi penyembelihan hewan kurban yang benar,” pungkasnya. (ds/fin)