Kebijakan DP Nol Persen

Bisa Dongkrak Pertumbuhan KPR Hingga 13 Persen

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) per 1 Agustus 2018 akan membebaskan aturan pembayaran down payment (DP) atau uang muka untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) rumah pertama melalui relaksasi kebijakan maksimum nilai kredit atau Loan To Value (LTV).

BI menilai, hal tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 13,46 persen hingga akhir tahun. Dengan demikian bisa berkontribusi 0,04 persen pada pertumbuhan ekonomi.

“Kontribusi ke PDB (Produk Domestik Bruto) 0,04 persen tahun ini, dari pertumbuhan KPR 13,46 persen di 2018,” kata Asisten Gubernur BI Filianingsih Hendarta dalam diskusi bersama media di Gedung BI, Jakarta, Senin (2/6).

Filianingsih menyampaikan, pihaknya mencatat pertumbuhan KPR posisi bulan Mei 12,75 persen. BI berharap, kebijakan ini akan berdampak signifikan pada pertumbuhan kredit dalam 9 bulan atau 3 kuartal ke depan yakni diperkirakan pada pertengahan 2019.

“Kalau kita lihat kebijakan LTV kemarin (tahun 2016) hampir satu tahun baru meningkat (pertumbuhan kredit). Tapi kita berharap ini mungkin bisa lebih cepat karena adanya stimulus bagi pembeli tipe investasi,” tuturnya.

Sementara itu, lanjutnya, target pertumbuhan kredit secara keseluruhan masih sesuai rencana 10 persen-12 persen di akhir tahun. “Ini targetnya akan tercapai karena posisi kredit Mei sudah 10,26 persensecara year on year. Semoga bisa tercapai di upper level,” tandasnya. (mys/JPC/jpg)

 

 

News Reporter