Kawah Sileri Dieng Meletus, Lokasi Wisata Ditutup

0
309
views
Foto Ist

Translampung.com, BANJARNEGARA- Kawah Sileri yang berada di dataran tinggi Dieng di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah, meletus pada Minggu (2/7/) sekitar pukul 12.00 Wib.

Letusan disertai dengan material lahar dingin, lumpur dan asap hingga mencapai 50 meter sehingga mengenai wisatawan yang saat itu berada di sekitar Kawah Sileri. Tipe letusan adalah freatik yaitu letusan gas atau embusan asap dan material yang dipicu oleh tekanan gas yang berada di bawah permukaan.

Berdasarkan laporan sementara dari BPBD Banjarnegara, saat terjadi letusan terdapat 17 orang pengunjung atau wisatawan. 4 orang menderita luka-luka dan dirawat di Puskesmas I Batur.

“Tidak ada korban jiwa meninggal dunia,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Minggu.

Petugas dari BPBD Kabupaten Banjarnegara, PVMBG, TNI, Polri, SKPD, relawan dan lainnya sudah berada di lokasi. Pengunjung maupun warga diminta untuk meninggalkan lokasi dan untuk area kawah sudah dikosongkan.

“Kejadian tersebut berpotensi akan menimbulkan letupan susulan,” jelas dia.

Kawah Sileri merupakan salah satu objek wisata di Dieng Plateau, memiliki bentuk unik berupa kepundan datar, sehingga permukaan air kawah yang selalu mendidih terus mengalir ke permukaan yang lebih rendah. Dengan permukaan air mencapai 4 hektar.

Aktivitas kawah ini cukup tinggi, sempat beberapa kali meletus, sehingga menjadi kawah yang paling berbahaya di Dieng. Kawah Sileri pernah meletus beberapa kali yang sempat tercatat adalah tahun 1939, 1944, 1964, 1984, 2003, 2009.

Hingga saat ini status Gunung Dieng masih normal aktif. Belum ada kenaikan status terkait dengan peningkatan aktivitas gunung dan letusan yang terjadi pada siang ini. (jpg)

Berikut data 17 orang yang berada di Kawah Sileri:

  1. Sdr. Mirotun (30), alamat Desa Sabrang Kecamatan Peninggaran Kabupaten Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
  2. Sdri. Ayu Nur Aeni (10) alamat Desa Sabrang Kecamatan Peninggaran Kabupaten Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
  3. Sdri. Muzaefah (32) alamat Desa Sabrang Kecamatan Peninggaran Kabupaten Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
  4. Sdri. Haromi (55) alamat Desa Sabrang Kecamatan Peninggaran Kabupaten Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
  5. Sdri. Heti Handayani (13) alamat Desa Sabrang Kecamatan Peninggaran Kabupaten Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
  6. Sdri. Nur Holisoh (24) alamat Desa Sabrang Kecamatan Peninggaran Kabupaten Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
  7. Sdri. Zulfa Yanti (9) alamat Desa Sabrang Kecamatan Peninggaran Kabupaten Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
  8. Sdr. Badru Utamam (37), alamat Desa Sabrang Kecamatan Peninggaran Kabupaten Pekalongan luka lecet di kaki.
  9. Sdr. Moh Fidsa Aswa Muzafar alamat Desa Sabrang Kecamatan Peninggaran Kabupaten Pekalongan luka lecet di atas telinga sebelah kiri dan lengan kanan.
  10. Sdr. Muh Zahromi (50) Desa Sabrang Kecamatan Peninggaran Kabupaten Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
  11. Sdr. Mutamimah (31), swasta, alamat sda, tdk ada luka.
  12. Sdri. Siti Hudifah (30) alamat sda, tdk ada luka.
  13. Sdri. Muainah, 44 th, islam, alamat Ds. Kauman Rt Kecamatan Peninggaran Pekalongan luka yg dialami patah tertutup lengan sebelah kiri (akan dirujuk ke Pekalongan).
  14. Sdri. Toyibah, 50 th, alamat sda, tdk ada luka / kaget.
  15. Sdri. Nurbaiti, 12 th, alamat sda, tidak ada luka /kaget.
  16. Sdri. Cucu Nofalia, 26 th,alamat sda, luka tdk ada / sesak napas.
  17. Sdri. Ika Setiyani, 25 th, alamat sda, luka sobek di kepala belakang sebelah kiri.