Kasus Bambang Siap Disidang

TRANSLAMPUNG.COM, Bandarlampung- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya melimpahkan kasus dugaan suap yang dilakukan bupati tanggamus Bambang Kurniawan ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjung Karang kemarin (2/3).

Menurut pantauan Radar Lampung, tim KPK yang hadir sebanyak lima orang. Namun, hingga pelimpahan tersebut selesai, hanya tersisa dua anggota, satu  diantaranya Jaksa Tri Anggoro Mukti. Dalam kesempatan tersebut, Tri Anggoro membenarkan pelimpahan kasus Bupati Tanggamus, Bambang Kurniawan kemarin resmi dilimpahkan kepengadilan.

Lebih lanjut, Tri Anggoro mengatakan juga melimpahkan barang bukti berupa uang. Namun dia enggan membeberkan barang bukti lainnya. Menurutnya, tunggu saja saat persidangan berlangsung. Persidangan sendiri akan dilangsungkan dalam kurun waktu satu minggu kedepan.

Untuk tersangka, lanjut dia, sudah dititipkan ke Rumah Tahanan Kelas IA Bandarlampung pada 17 Februari 2017. “sekarang sudah masuk kepersidangan ini sudah wewenang pengadilan. untuk tersangka bukan wewenang kami lagi. karena sebelumnya, sudah kami titipkan ke rutan wayhui ya” jelas dia kepada Radar Lampung.

Tri Anggoro menambahkan ada 60 saksi didalam berkas perkara, namun dirinya akan memilih saksi kunci untuk didengarkan kesaksiannya.

Menurutnya, Bambang dijerat dakwaan ganda. Pada dakwaan pertama Pasal 5 ayat (1) huruf b UU RI Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Atau dakwaan keduanya pasal 13 UU RI Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Diketahui dakwaan tersebut, terkait pemberian atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara Negara yang bertentangan dengan kewajibannya. Jika terbukti maka akan menghasilkan pidana kurungan penjara minimal satu tahun dan maksimal lima tahun, dengan denda maksimal Rp250 juta.

Sementara, saat dikonfirmasi ke Panitera Muda Tipikor Husnul Mauly, dirinya membenarkan telah menerima pelimpahan kasus ini kemarin untuk dilanjutkan kemeja persidangan.

“iya benar kasus atas nama tersangka Bambang Kurniawan telah kita terima tadi pagi dengan nomor perkara 14/pid.sus-TPK/2017/PN.TJK, untuk barang buktinya saya belum tahu, soalnya saya ikut sidang dari pagi hingga sekarang (sore)” jelas Husnul saat ditemui di ruangannya.

Lebih lanjut Husnul mengatakan untuk penetapan hakim mana yang akan bertugas dalam kasus ini, masih perlu dibicarakan lagi. Begitupula dengan jadwal persidangan. “kalau jadwal sidang mungkin besok (hari ini) sudah ada. kalo sekarang belum” tambahnya.

Pada kesempatan lain, pengacara Bambang Kurniawan, Sofyan Sitepu mengatakan sudah mengetahui limpahan tersebut. Dirinya sengaja datang untuk mengawal pelimpahan ini. Yang jelas, lanjut dia, pihaknya ingin mendapatkan BAP lengkap.

Disinggung mengenai saksi yang sudah dipersiapkan oleh JPU, Sofyan mengaku belum mengetahui saksi mana yang akan dihadirkan. Dirinya menegaskan kalau saksi potensial tidak dihadirkan, maka pihaknya akan meminta saksi tersebut.

“sederhana saja, nanti kalau saksi yang menurut kita dapat membantu namun tidak dihadirkan JPU. Kita minta hadirkan. Demi kepentingan kami juga” jelas dia.

Sofyan kembali menegaskan, kliennya tidak melakukan kegiatan sebagaimana yang ada pada dakwaan jaksa. “Klien kami ini dipaksa. Mereka itu memaksa. Akhirnya Klien kami berikan. Lihat saja akan kami buka semua nanti dipersidangan” tuturnya. (cw22)

 

News Reporter