Kasian Ya ! Orgil Itu Dibiarkan Begitu Saja

0
184
views

TRANSLAMPUNG.COM – Sudah sekitar satu tahun orang gila (orgil) dilampu merah Poslantas 22 Hadimulyo Barat Jl.Imam Bonjol, Metro Pusat dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan serius oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Metro.

Orgil paruh baya itu bernama Tini (40) ia ternyata juga tercatat sebagai Warga Banjarasari, Kecamatan Metro Utara. Karna faktor keluarga tindak mampu mengobati atau merehabilitasi hingga akhirnya dibiarkan berkeliaran dijalan seperti itu.

Ketua Komunitas Kami Peduli Metro Lampung, Dine Trianawati, meminta Pemkot Metro tidak acuh terhadap kondisi yang dikeluhkan oleh sejumlah masyarakat terkait bermunculan orgil yang meresahkan.

“Keberadaan orang gila ini sudah sangat meresahkan dan mengganggu pemandangan ke indahan Bumi Sai Wawai. Bagaimana pun juga dia punya hak sama sebagai warga negara yang harus mendapat perhatian kesembuhan. Yang seperti itu kok dibiarkan saja, ya paling tidak dilakukan rehabilitasi lah,” ungkapnya kepada radarmetro.com, Kamis (9/2) kemarin.

Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kemana  ?  Pemerintah jangan tutup mata soal kondisi yang sudah terjadi.”Jangan pedagang kaki lima (PKL) saja yang ditertibkan. Orgil juga harus ditertibkan donk.  Karna sama-sama mengganggu keindahan Kota Metro,” cetusnya.

Menggapi hal tersebut, Kabid Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Dinsos Kota Metro, Drs. Yusuf  Efendy, mengaku belum mengetahui secara persis jumlah orgil yang berkeliaran di Kota Metro. Hasil pendataan beberapa waktu lalu hanya ada gelandangan dan pengemis dan itupun ternyata juga bukan warga Kota Metro alias pendatang.

Soal penagkapan atau rehabilitasi tetap koordinasi dengan Satpol PP.  Itupun juga nanti menjelang memasuki bulan suci Rahmadan. Sebab ada beberapa kriteria dilakukanya rehabilitasi, yakni orgil dari keluarga kurang mampu, dan yang masih memiliki sanak keluarga, kalau sebatang kara tidak bisa, ”bebernya.

Angaran rehabilitasi, kata Yusuf  sangat minim satu tahun hanya 24 orang kalau yang direhabilitasi lebih dari itu. Otomatis punya tunggakan hutang dan di tutup tahun angaran tahun berikutnya.

Saat disinggung soal besaran dana perorang rehabilitasi. Dinsos engan berkomentar lebih banyak. Dan tidak mendapat jawaban kongkret dengan alasan keterbatasan angaran.

Mereka (Dinsos Red) hanya bilang tidak ada angaran untuk hal itu. Kalau sudah di razia perlu ada biaya makan orgil dan sebagainya. Perlu pengobatan dan semacamnya.(TNN)