Kasatlantas: Kami Ajukan Bongkar Seng Pembatas

0
153
views

Urai Kemacetan Sementara

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Polresta Bandarlampung mengajukan rencana pembongkaran sementara pagar seng pembatas di pembangunan flyover simpang Mal Boemi Kedaton. Hal ini dilakukan untuk menghadapi arus mudik dan keperluan lebaran tahun 2017.

Pantauan Trans Lampung keadaan arus lalu lintas terlihat padat dan mengalami kemacetan dipersimpangan MBK terutama dari arah Rajabasa menuju Tanjungkarang. Meski rekayasa lalulintas dilakukam pihak kepolisian namun masih saja terjadi penumpukan kendaraan.

Terlihat kendaraan yang banyak dari arah Rajabasa dan menumpuk karena penyempitan jalan didepan MBK yang tadinya dari tiga lajur menjadi dua lajur. Sehingga kendaraan ini harus bergantian untul melintasi didepan MBK.

Kasatlantas Polresta Bandarlampung, S Manda Mega mengatakan pihaknya mengusulkan untuk memundurkan kembali pagar pembatas dalam pembangunan flyover didepan MBK. “Kami mengajukan untuk dibongkar sementara pagar supaya mengurai kemacetan yang terjadi dipersimpangan tersebut karena terjadi penyempitan jalan,” kata Manda saat ditemui dilokasi pembangunan flyover, Senin (12/6).

Usulan pembongkaran dan pemindahan material untuk ketengah ini supaya jalur dijalan tersebut bisa dilalui oleh dua kendaraan. “Ini kami mundurkan dahulu supaya bisa dilalui dua kendaraan dan bisa mengurai kemacetan,” tambahnya.

Pembongkaran dan pemindahan beberapa material ini dilakukan mengingat akan menghadapi arus mudik lebaran dan juga keperluan saat lebaran. “Ini mengingat akan masuk lebaran dan arus mudik. Banyak yang akan beraktifitas didalam kota ini,” imbuhnya.

Kemungkinan pihak kontraktor akan memundurkan beberapa meter agar bisa dilalui dua jalur kendaraan. “Nanti sekitar satu meter yang dimundurkan supaya bisa dua kendaraan dan bisa mengurai kemacetan,” pungkasnya.

Pembangunan flyover didepan Mall Boemi Kedaton tetap dilanjutkan meski beberapa waktu lalu adanya surat dari pihak Provinsi Lampung untuk pemberhentikan pekerjaan flyover tersebut.

Menurut Wali Kota Bandarlampung Herman HN, pembangunan flyover masih tetap berjalan seperti sedia kala. “Tetap jalan tidak berhenti, itu alatnya berhenti karena rusak bukan berhenti pekerjaannya. Para pekerja juga maish jalan terus,” kata Herman, Senin (12/6).

Menurutnya, surat terbaru dari Balai besar tersebut sudah menyatakan pembangunan flyover dipersimpangan Mal Boemi Kedaton tetap bisa dilanjutkan. “Tidak ada pembangunan yang dihentikan, karena srat teebaru juga sudah ada kalau bisa dilanjutkan,” ungkapnya.

Menurutnya jika ada yang memberhentikan pembangunan maka sama saja melawan nawacita yang dicanangkan oleh presiden. “kalau ada yang memberhentikan pembangunan sama saja dengan melawan nawacita yang digadang oleh Presiden. Jadi kalau memberhentikan pembangunan sama saja melawan presiden,” ungkapnya.

Untuk waktu pekerjaan flyover harus diliburkan sebelum lebaran, Herman mengaku jika peraturan akan dilaksanakan. “Kalau libur sebelum lebaran ada aturan, nanti sesuai dengan aturan berapa hari sebelum lebaran harus libur,” ujar dia. (jef)