. . .

Kapolsek TBT dan Tumijajar Terapkan Sanksi Berat Terhadap Pelaku Pelanggaran Orgen Tunggal

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PANARAGAN – Upaya penekanan pelaku penyalahgunaan narkoba pada kalangan masyarakat masa mendatang, Kapolres Tulang Bawang (Tuba) melalui Kapolsek Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung,  menggelar sosialisasi kesepakatan pembatasan acara Orgen Tunggal hingga pukul 18-21:00 WIB bersama Muspida, Tomas, pelaku usaha orgen, Tokoh masyarakat  dan Agama di Mapolsek setempat pada (24/7/2018) pukul 09:00 W IB.

Hal tersebut ‎selain dapat menciptakan keamanan pada lingkungan masyarakat, juga bagian meminimalisir terhadap pelaku tindak kejahatan yang selama ini acap kali terjadi, tentunya dampak pengaruh penyalahgunaan narkoba.

Menurut Kapolres Tuba AKBP Raswanto.,S.IK.S.MI didampingi Kapolsek setempat Kompol Leksan Ariayanto.,S.IK dalam sambutannya mengatakan, dilakukan pembatasan pada kegiatan acara orgen tunggal di tengah kalangan masyarakat khususnya sejak saat ini, selain disinyalir banyak digunakan oleh kemudaratan minuman keras dan narkoba juga dapat mengakibatkan keributan ataupun tindak pidana.

‎”Oleh karenanya, kami minta dukungan kepada para tokoh dan masyarakat pun pemilik orgen, untuk itu kedepannya jajaran kepolisian mengeluarkan ijin keramaian nanti bedasarkan PPRI No 60 tahun 2017 tentang tata cara perizinan dan pengawasan keramaian umum dan pasal 510 KUHP tentang keramaian umum. Jika didapat pelanggaran atas pelaksanaan hiburan orgen tunggal ‎oleh masyarakat dan pelaku usaha jajaran kepolisian akan memberikan sanksi tegas, terkecuali acara tersebut berupa adat dan buday,” kata Leksan saat dikutip translampung.com.

‎Hal senada di amini oleh Ketua Federasi adat mego pak Tubaba Herman artha, dalam kesepakatan bersama tersebut pihaknya turut memperkuat untuk mendukung batas waktu acara orgen tunggal larut malam.

“Mengenai masyarakat  yang mempunyai hajat dengan hiburan organ tunggal ini sudah menjadi kebiasaan kita bersama dan saya mendukung atas penetapan waktu tersebut, namun dalam hal ini dengan acara adat dan budaya saya berharap ada kebijakan mengenai batas yang sudah di tetapkan.,” Katanya.

Terpisah, Jajaran Mapolsek Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tubaba pun menggelar kegiatan sosialisasi yang sama, menurut Kapolsek Iptu Aladin efendi. Pada sosialisasi tersebut disepakati antara pemilik usaha hiburan orgen tunggal, kuda lumping dan pihak kepolisian, atas batas waktu kegiatan hingga pukul 18:00 WIB.

‎”Jika nantinya terdapat acara orgen tunggal hingga larut malam melebihi batasan waktu yang telah kita sepakati saat ini, akan langsung kita bubarkan dan tuan rumah serta pemilik usaha orgen tunggal akan kita peroses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku bedasarkan ‎UU No 2 tahun 2002 tentang kepolisiain RI No 4168 KUHP pasal 510 tentang keramaian umum,” imbuhnya (Dirman)