Kapolres Waykanan, “Meninggalnya Wiyono Bukan Karena Terseret Banjir

TRANSLAMPUNG.COM, BLAMBANGAN UMPU –

Kapolres waykanan AKBP Doni Wahyudi tidak membenarkan jika korban wiyono (26) yang meninggal Dikampung giri Harjo kecamatan Bahuga meninggal dikarenakan terseret oleh Banjir. Wiyono meninggal murni karena mengalami kecelakaan bermotor (masuk kejembatan yang rusak laju terjatuh).

“Tidak benar itu, korban murni laka jatuh bersama sepeda motor nya dari atas jembatan kayu bukan karena terseret Banjir, Ia tewas setelah motornya jatuh. Tidak ada bekas ia hanyut terseret banjir di sungai. Dilokasi dia tertindih motornya,” ujar AKBP Doni Wahyudi saat di konfirmasi melalui pesan Whatsapp Senin (26/2)

Kapolres juga menjelaskan memang di wilayah itu kemarin sedang terjadi banjir Namun tidak ada korban yang terseret air sungai.

” saya hanya meluruskan saja, Sebab faktanya tidak ada korban meninggal karena banjir sejauh ini di Way kanan,”Jelas nya

Di ketahui sebelumnya kemarin hari minggu (25/2) dikabarkan bahwa wiyono meninggal akibat banjir saat korban melintas di jembatan yang rusak lalu korban jatuh dan terseret Banjir. Korban sendiri merupakan warga Kampung Tanjung ratu kecamatan PakuanRatu, korban ke Bahuga karena berkunjung kerumah orang tua nya, saat ini korban sudah dimakamkan dan sudah dibuatkan surat kematian oleh kepala kampung. (migo)

News Reporter