Kapolres Pastikan Surip adalah Wanita dengan Mata Katarak

TEWAS MENGENASKAN: Inilah potongan sisa tangan dan kaki tubuh Surip (70) yang terkoyak mengenaskan setelah jadi bulan-bulanan kawanan gajah yang merangsek ke gubuknya pada Selasa (3/7) dini hari.

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – TAK jauh berbeda dengan KPH Kotaagung Utara, Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma juga membenarkan peristiwa amukan gajah liar yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

“Benar dini hari tadi kami mendapatkan informasi dari warga bahwa telah terjadi konflik antara gajah dengan manusia. Lalu mengkibatkan seorang perambah meninggal dunia,” ujar I Made Rasma.

Setelah menerima laporan, kapolres menyebutkan, tim gabungan yang dipimpin Kapolsek Wonosobo bersama Satgas Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera meninjau lokasi konflik satwa versus manusia. Tim gabungan juga mengidentifikasi korban yang tewas.

“Dari sumber yang didapatkan tim diokasi, korban tewas yang bernama Surip, berumur 70 tahun, dan berjenis kelamin perempuan. Korban tinggal sendirian di gubuk dan indra penglihatannya tidak normal lantaran sakit katarak,” beber kapolres.

Selain itu Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma mengakui, jika dulu pernah ada rapat koordinasi forkopimda dengan instusi terkait. Tujuannya untuk penanggulangan konflik gajah dengan manusia.

“Namun satgas memiliki kesulitan, karena lokasi konflik tersebut merupakan kawasan atau habitat gajah. Sedangkan perambah sudah terlampau banyak yang masuk pada area kawasan tersebut untuk membuka ladang,” terang I Made Rasma.

Dirinya juga mengungkapkan, Polres Tanggamus bersama Satgas Konflik Gajah dari TNBS, BKSDA, serta non government organization (NGO) telah melakukan langkah-langkah untuk mensosialisasikan kepada perambah, agar tidak masuk ke hutan kawasan register dan merusak habitat gajah.

“Guna menghindari jatuhnya korban jiwa lainnya, kami imbau dengan tegas kepada penduduk yang masih menempati gubuk-gubuk di kawasan hutan register agar meninggalkan lokasi,” tandas kapolres. (ayp)

News Reporter