Kapolda: Mahasiswa Harus Lakukan Protect Terhadap Diri Sendiri

0
802
views
Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno saat memberikan materi di hadapan 1.598 Mahasiswa Baru Itera, Senin (14/8).

Terkait Isu Radikalisme dan Intoleransi

TRANSLAMPUNG.COM, LAMSEL – Bahaya Radikalisme dan Intoleransi sudah sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat Indonesia. Maka dari itu, Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno memberikan pemahaman tentang bahayanya hal tersebut. Dalam kesempatan ini, Kapolda menyampaikan tentang tantangan keberagaman bagi masyarakat Indonesia.

”Salah satu penyebab tindakan terorisme, aksi massa, separatisme, dan inteloransi yang kerap terjadi di negeri kita ini karena masih adanya Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) yang memaksakan untuk mengganti Ideologi/Dasar negara kita dengan Ideologi tertentu, “ujar Kapolda  di hadapan 1.598 Mahasiswa baru Itera saat menghadiri Program Pengenalan Lingkungan Kampus (PPLK) di Kampus Itera, Senin (14/8).

Sudjarno yang merupakan sebagai pemberi materi diacara PPLK menjelaskan, selain soal Ideologi, penyebab terjadinya tindakan Radikalisme dan terorisme ialah persaingan antara bangsa di Dunia yang menginginkan NKRI menjadi lemah, bubar dan terpecah.

”Penyebab lainnya, persaingan bangsa di dunia yang menginginkan kita menjadi lemah dan terpecah. Serta memudarnya nilai-nilai luhur budaya bangsa akibat dari Globalisasi yang tidak di filter dengan baik, ”jelasnya.

Lanjut Sudjarno, penyebab lainnya yang menjadi tantangan keberagaman adalah media sosial (medsos).

”Saat ini banyak sekali pemberitaan di dunia maya atau sosmed yang dapat memicu terjadinya tindakan terorisme dan radikalisme yaitu penyebaran info Hoax . Medsos memeiliki kerawanan yang lebih besar dibandingkan dengan media konservatif, ”terangnya.

Menurut Sudjarno, beberapa pengaruh medsos yang dapat memberikan dampak yang tidak baik diantaranya Inteloransi atau penyabaran permusuhan dan bentuk info Hoax dan Meme yang dapat memicu konflik. Radikalisme Pro Kekerasan yaitu penyebaran paham radikal melalui Propoganda  POK teroris. Serta Cyber Crime berupa pornografi dan judi online.

”Jadi masyarakat haru berhati-hati dan waspada dalam mendownload dan membagi berita yang tidak bisa dipastikan tingkat kebenarannya, ”imbaunya.

Dalam kesempatan tersebut, Sudjarno memaparkan apa saja yang harus dilakukan mahasiswa terkait isu terorisme, radikalisme dan intolerasi demi menjaga keutuhan NKRI.

”Lakukan perlindungan terhadap diri sendiri untuk tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat menumbuhkan bibit-bibit radikalisme. Jangan menelan mentah-mentah berita Hoax yang beredar di medsos. Jangan mengupload atau membagi serta berkomentar terhadap berita di medsos yang dianggap dapat menimbulkan dampak negatif, “kata dia.

Sudjarno menjelaskan, Negara Indonesai adalah negara yang beragama bukan negara yang berdasarkan agama tertentu. ”Jadikan semua agama untuk mempersatu kita bukan untuk memecah belah NKRI yang kita cintai dan banggakan ini, tegasnya.

Kepada mahasiswa baru Itera tahun akademik 2017/2018 Kapolda Lampung mengajak untuk meraih cita-cita dengan motto “Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas, dan Kerja Tuntas.

Sudjarno berharap, dalam pencegahan radikalisme dan intoleransi di dalam kampus Itera perlu adanya kepedulian Pimpinan Perguruan Tinggi dan para Dosen untuk memberikan pemahamantentang Kebhinnekaan, Nasionalisme dan menjauhkan para mahasiswa/i dari kegiatan yang mengarah kepada radikalisme dan intoleransi.

”Perlu adanya partisipasi mahasiswa untuk menolak keras radikalisme dan itoleransi, perlu pengawasan bersama dikalangan mahasiswa pada setiap kegiatan UKM terutama yang terkait dengan Giat Keagamaan, ”harapnya.

Kapolda Lampung yang sebelum memberikan materi kepada mahasiswa baru Itera, mengawalinya dengan pemutaran lagu dari Band Cokelat yang berjudul Bendara serta mengajak seluruh yang hadir untuk bernyanyi bareng sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Itera.

”Suatu kebanggaan bagi saya, karena saya bisa diundang di acara ini. Dengan begitu saya bisa berbicara tentang radikalisme, terorisme serta intoleransi kepada mahasiswa baru Itera agar mereka bisa lebih faham akan hal tersebut, ”tutupnya. (dsk)