Kanker Serviks Jadi Pembunuh, Innalillahi Wainailaihi Rajiun Jupe

0
979
views

TRANSLAMPUNG.COM-Kanker serviks menjadi penyakit yang paling ditakutkan kaum hawa. Kanker ini menyelang bagian mulut rahim di tubuh wanita. Karena Kanker serviks yang ditularkan oleh virus Human Papillovirus (HPV) inilah yang membuat Artis Julia Perez atau Jupe, akhirnya menghembuskan napas terakhirnya, karena tak kuat menahan rasa sakit yang menyiksanya.

Virus ini menyebabkan kutil kelamin dan kanker serviks. HPV bisa menular secara hubungan seksual. Parahnya, gejala kanker serviks bersifat asimtomatik atau tanpa gejala. Jupe sudah setahun terakhir bolak balik ke rumah sakit karena berjuang melawan si virus pembunuh ini.

Asimtomatik adalah suatu penyakit ketika si penderita tidak menyadari gejala apapun. Asimtomatik mungkin tidak akan terdeteksi sampai si penderita melakukan tes medis. Setiap orang mempunyai potensi kanker di dalam tubuhnya tidak memandang usia.

Ahli Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia Yati Afiyanti menjelaskan, karena bersifat asimtomatik, kanker serviks bisa terasa setelah 7-10 tahun setelah berhubungan seksual atau menikah. Jika seseorang sudah berhubungan intim, maka wajib memeriksakan diri.

Virus HPV itu sendiri ketika terpapar hanya satu kali, belum tentu reaktif. Frekuensi paparan itulah yang membuat virus itu menjadi kanker. Frekuensi paparan tersebut ditularkan salah satunya melalui hubungan seksual.

“Hubungan seksual menyebabkan terpapar virus ini. Lalu jika tak menjaga kebersihan, hygiene dan tak benar pemeliharaan kesehatan reproduksinya. Semakin banyak paparan akan semakin besar untuk kena,” tegasnya.

Sebelumnya, Jupe berjuang melawan kanker serviks stadium empat. Jupe terakhir juga menjalani serangkaian pengobatan hingga menunaikan ibadah umrah untuk menghadapi kanker serviks yang menjadi musuh paling ditakuti wanita. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang terkena kanker serviks. Wanita yang sudah berhubungan seksual paling berisiko. Ironisnya, karena tanpa gejala, banyak wanita yang datang berobat saat sudah stadium lanjut. (JPG)