. . .

Kali Ketiga Korban Pemalsuan Dokumen Taspen Memberikan keterangan Di Polres Tuba.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.

Senin mendatang, pada (18/3/2019) kali ketiga Korban penipuan dan pemalsuan tanda tangan berikut stempel, terkait pencairan dana Taspen atau dana pensiun milik Sri Walujem, akan memberikan kesaksian terhadap pihak penyidik Polres Tulang Bawang (TUBA) berikut menyerahkan beberapa dokumen pribadi.

Menurut satu diantara Korban Penipuan tersebut Emawati, selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 (SDN 1) Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (TUBABA) Lampung, mengatakan. Dirinya menjadi korban pemalsuan tandatangan dan stempel Kepala sekolah, yang dilakukan oleh terduga keempat pelaku tersebut

“ Saya sudah memenuhi panggilan penyidik Polres  dua kali, ketika saya menghadap pertama, penyidik atas nama Fahri menunjukkan contoh dan bertanya  kepada saya apakah tanda tangan dan stempel ini punya saya atau bukan. Saya langsung menjawab, bukan. Karena stempel asli ada dalam tas saya, saat itu juga stempelnya langsung saya tunjukkan dengan penyidik. dan keempat pelaku tersebut sudah ada stempel dengan cara mereka menduplikat kannya.” Kata Ema, terhadap translampung.com saat dijumpai dikediamannya pada (15/3/2019) pukul 15.42 Wib.

Lanjut Dia, untuk perbedaan stempel itu memang nyaris serupa. Betapa tidak, stempel yang dimiliki oleh keempat pelaku tersebut memang diduga hasil penggandaan stempel korban yang asli. Namun terkait tanda tangan itu berbeda tidak sama dengan tanda tangan asli korban.

“ Pemanggilan pertama kali saya lupa waktunya, tapi jika pemanggilan yang kedua itu sekira 10-15 hari lalu. Sementara, untuk pemanggilan kedua, pertanyaan pihak penyidik kepada saya masih sama dengan pertanyaan nya waktu pemanggilan pertama. Sedangkan, pemanggilan ketiga kalinya ini pada Senin (18/3/2019) saya siap kembali hadir dengan membawa semua dokumen pribadi yakni, STTB, Buku Nikah dan surat lainnya yang diminta oleh penyidik Fahri.” Jelasnya.

Sementara lanjut Ema, korban yang dimanipulasikan datanya oleh pelaku untuk mencairkan dana Taspen itu adalah guru yang mengajar di sekolahnya. Sri Walujem, yang saat ini masih aktif dan masa pensiunnya dua tahun mendatang.

“ Uang korban menurut cerita karena saya tidak melihat langsung dana itu sekitar Rp 100 juta. Pelakunya ada 4 orang dan saya mengetahui nama pelaku dari Korban Sri Walujeng. Menurut korban, Pelaku pertama inisial E selaku Kepala Sekolah Dasar (SD), berikutnya SR Guru di SD 1 Penumangan Baru, sementara untuk pelaku dua lainnya mereka selaku PNS di Dinas Tulang Bawang.” Katanya

Dari kejadian itu, korban berharap kepada pihak penegak hukum khususnya kepolisian, dapat melakukan penyelidikan terhadap terduga keempat pelaku. Sebab, pelaku berani berbuat seperti itu artinya mereka siap bertanggung jawab secara hukum.

“ Saya juga sudah menghadiri Panggilan pihak inspektorat mereka menanyakan apa benar Ibu Sri Walujeng itu ditipu pelaku, saya jawab ya. Karena laporan korban Sri Walujem kepada inspektorat keempat pelaku sudah menipu dia dan memalsukan tanda tangan berikut  stempel saya.” Ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga telah dipanggil Dinas Pendidikan Tubaba dengan pertanyaan yang sama. Intinya mereka menanyakan apa betul Ibu Sri Walujeng itu menjadi korban penipuan dokumen untuk mencairkan dana Taspen.

” Benar pak. Jawab Sri Walujeng dengan Kepala Dinas saat itu.” Imbuh Ema menirukan pengakuan Korban.

Hingga berita ini dilangsirkan, keempat terduga pelaku belum dapat dimintai keterangan terkait dugaan pemalsuan dokumen korban Emawati dan Sri Walujem. (Dirman) .

 

error: Content is protected !!