. . .

Kalah dari Persita, Jadi Pelajaran Persilat Hadapi Liga 3

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Persilat Lampung Tengah (Lamteng) harus mengubur impiannya untuk tampil dalam babak 64 besar Piala Indonesia 2018.

Ini setelah tim kebanggan masyarakat Lamteng kalah dengan skor 3 – 0 saat melawan Persita Tangerang pada babak 128 besar zona 4 di Stadion Sumpah Pemuda, Wayhalim, Bandarlampung, Sabtu (21/7/2018) sore.

Bermain di tengah guyuran hujan yang cukup lebat, Persilat tidak mampu mengembangkan permainan. Tim asuhan Pelatih Marwadi itu hanya beberapa kali menciptakan peluang.

Sebaliknya, Persita Tangerang yang berstatus tim tamu dan memiliki keunggulan materi pemain, tampil lebih apik.

Di babak pertama, Persita mampu membobol gawang Persilat yang dijaga Bagus Kurniawan, melalui sontekan pemain yang bernama Engkus Kuswaha di menit ke 29.

Di babak kedua, kendali permainan lebih banyak dikuasai Persita. Setelah peluit dimulainya babak kedua ditiup wasit, Persita kembali mencetak gol melalui striker andalanya, Diego Banowo di menit 69.

Tak puas sampai di situ, Diego kembali membobol gawang Persilat di menit 80 dan mengunci kemenagan Persita Tangerang 3 – 0 atas Persilat Lamteng.

Usai laga, Pelatih Persita Tangerang Wiganda mengapresiasi kemenangan yang diraih anak asuhnya. Kemenangan ini menjadi modal penting timnya menghadapi laga di Liga 2. Ini menjadi tren positif Persita setelah sebelumnya juga menang lawan Persibat Batang 3-0 di Liga 2.

“Kami apresiasi usaha dari pemain, sedari awal kami optimis bisa menang. Perbedaan kasta tidak membuat kami lengah, namun berkat usaha semua pemain kita bisa mengamankan tiga poin dan lolos kebabak selanjutnya. Kedepan tim akan bermain dengan solid dan bisa meraih kemenangan lainnya,” ujar Wiganda.

Sementara, Pelatih Persilat Lamteng, Marwadi mengatakan, meskipun kalah ia tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Menurutnya, selain kalah pengalaman, dari segi lawan yang mempunyai nama besar turut berpengaruh. Namun, pemain juga menunjukan kegigihan dengan beberapa kali menciptakan peluang.

“Pengalaman mungkin jauh lebih baik mereka (Persita). Tapi, permainan kami cukup bisa diacungi jempol karena bisa memberikan perlawanan. Kedepan ini menjadi modal kami menghadapi kompetisi Liga 3, agar bisa meraih hasil terbaik,” kata dia. (*/rid)