Kakam Tepis Penyebab Jalan Rusak Akibat Kendaraan Muatan Lebih

‎TRANSLAMPUNG.COM, PANARAGAN – Protes warga Tiyuh Gedung Ratu Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terhadap statmen Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan CV. Rahmat Jaya Abadi, dengan Nomor kontrak 600/P-28/KONTRAK/ PU/ Tubaba /X/2017 yang menerangkan bahwa jalan yang terletak di RK 2 Tiyuh setempat rusak akibat kendaraan yang aktif bermuatan singkong dan sawit, justru menjadi buah bibir warga setempat.

Menurut Kepala Tiyuh Gedung Ratu, Mursalin bahwa pernyataan PPK Dinas terkait hal tersebut tidak benar. Dia mengatakan justru pekerjaan jalan tersebut memang berkualitas sangat buruk, akibat dikerjakan tidak sesuai konstruksinya.

“Kok bisanya Dinas PUPR Tubaba bilang jalannya rusak karena kendaraan bermuatan berat singkong dan sawit. Pakai logika dong. Tunjukkan ke saya jika ada kendaraan aktif bermuatan sawit dan singkong yang melintasi jalan itu. Saat ini intensitas muatan sudah jarang lewat Tiyuh kami, justru sudah masuk arah Panaragan,” kata Mursalin kepada Trans Lampung melalui telponnya, Kamis (4/1) kemarin.

Hal senada juga di amini Sekretaris Tiyuh setempat, Zaenal bahwa kualitas jalan tersebut memang sangatlah buruk. Pasalnya, kondisi masa panen singkong dan sawit tidak seperti dahulu, bahkan semua kendaraan telah melintas kearah Tiyuh Panaragan Tulanngbawang Tenngah saat ini.

“Kualitas jalan Itu memang benar-benar buruk, memang ada kendaraan singkong yang lewat tapi satu atau dua kendaraan yang melintasi, itu juga muatannya tidak seperti yang dikatakan Dinas terkait. Kami masyarakat dan aparatur Tiyuh yang tahu persis, itu pernyataan bohong. Itu alasan mereka saja, kalau mau dites kita siap. Apa penyebab yang sebenarnya, yang jelas itu aspalnya sangat kurang makanya hasilnya buruk dan cepat rusak,” tegasnya.

Sebelumnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan tersebut, Sadarsyah menyatakan bahwa jalan tersebut rusak diakibatkan oleh kendaraan yang aktif bermutan berat, seperti singkong dan sawit, lalu kondisi alam juga yang sedang memasuki musim penghujan sehingga labil dan berdampak pada kekuatan jalan, apalagi kondisi eksisting dasarnya merupakan tanah timbunan. (dir/hkw)

News Reporter