Kakak Beradik Pembunuh Pendamping DD Diringkus

0
285
views

TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN – Setelah sekira dua bulan kejadian, jajaran Polres Pesawaran akhirnya berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan Bambang Hermanto (42), tenaga pendamping dana desa (DD) di Desa Lumbirejo, Kecamatan Negerikaton.

Kapolres Pesawaran AKBP M. Syarhan menjelaskan, pelaku pembunuhan terhadap Bambang Hermanto yang terjadi di Desa Gunung Sari, Kecamatan Waykhilau, sempat melarikan diri ke luar Provinsi Lampung.

Namun berkat kejelian aparat kepolisian Pesawaran yang bekerja sama dengan Polda Lampung, akhirnya pelaku dapat ditangkap di daerah berbeda.

“Pelaku ini merupakan kakak beradik. Satu di antaranya bernama Muhroni, yang ditangkap di Ranau, Sumsel. Sedangkan pelaku utama yakni Edi Susanto yang  tertangkap di Banyumas, Jawa Tengah,” ujar kapolres, saat ekspose kasus di Mapolres Pesawaran, Selasa (17/10).

Menurut Syarhan, pihaknya telah mengamankan pelaku dan barang bukti, di antaranya satu unti sepeda motor serta pakaian, dompet dan ponsel.

“Atas tindakan pelaku kasus pembunuhan yang terjadi 14 Agustus 2017, pelaku diancam pasal 338 atau 170 ayat 2 dengan ancaman penjara 15 tahun,” jelas kapolres.

Berdasarkan pengakuan tersangka Edi, lanjut Syarhan, dia tidak mengenal korban (Bambang Hermanto). Peristiwa ini dilakukannya karena tersinggung dengan korban, sehingga pelaku menghabisi nyawa Bambang Hermanto.

Di sisi lain, kapolres menegaskan kepada jajarannya agar tidak sembarangan menggunakan senjata api. Yang tidak sesuai dengan prosedur maka akan ditindak tegas dan dilakukan pemecatan .

“Saya akan melakukan tindakan tegas kepada anggotanya yang tidak melaksanakan prosesur dalam pengunaan senjata api (senpi). Apabila masih melanggar, saya akan lakukan pemecatan. Namun akan dilihat terlebih dahulu, sejauh mana kesalahan yang dilakukan,” kata Syarhan.

Digorok

Sebelumnya, tenaga pendamping dana desa (DD) Desa Lumbirejo, Negerikaton, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Bambang Hermanto (42), ditemukan meninggal dunia di Jalan Raya Mada Jaya, Desa Gunung Sari, Senin (14/7/2017) malam, sekira pukul 23.00 Wib.

Kondisi korban yang juga anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Kedondong, Kecamatan Kedondong, itu cukup mengenaskan dengan sejumlah luka tusukan senjata tajam serta leher digorok.

Informasi dari Kapolsek Kedondong, Iptu Firdaus mewakili Kapolres Pesawaran, AKBP M. Syarhan, Selasa (15/8), menyebutkan bahwa tubuh korban ditemukan warga terlentang di tengah jalan, sekitar areal persawahan Desa Gunungsari, Kecamatan Way Khilau.

“Kita mendapat laporan dari warga, sehingga anggota kita diback-up Polres Pesawaran langsung meluncur ke tempat kejadian perkara,” kata dia.

Saat ditemukan, Bambang Hermanto sudah tidak bernyawa lagi. Berdasarkan olah TKP, terang Firdaus, di tubuh korban ditemukan sejumlah luka tusukan senjata tajam.

Selain itu, kata dia, di dekat jasad korban ditemukan pula unit sepeda motor Yamaha Mio, Nopol BE 6929 RF beserta handphone serta dompet milik korban.

“Korban digorok, serta sejumlah luka tusuk di tubuh korban. Ada sekitar tujuh tusukan di bagian dada dan perut,” terang Kapolsek. (ydn/fik)