KAI Kudu Evaluasi, Tembok Pembatas Sering Roboh, Bahaya

0
383
views

translampung.com – Tembok pembatas rel kereta api sepanjang 25 meter di Jl. Gatot Subroto, roboh pada Jumat (1/4) malam. Bangunan itu ambruk dan menyebabkan rumah salah seorang warga rusak.

Rumah yang terkena dampak rebahnya tembok tersebut adalah milik Marhumi di Gang Djarum No. 89 RT 3 Lk. II, Kelurahan Bumiwaras, Kecamatan Bumiwaras. “Robohnya tembok sekitar jam delapan malam,” terang Marhumi, Minggu (3/4).

Kondisi permukaan tanah rumah Marhumi terlihat menurun. Dinding dan lantai rumah korban pun terlihat retak-retak. “Ya, bagian dapur saya jadi agak turun sekitar 50 sampai 100 sentimeter,” ujarnya.

Menurut dia, sebelum tembok ambruk hujan deras mengguyur sejak sore. Karenanya, ada dugaan bangunan tak mampu menampung debit air sehingga goyah dan akhirnya roboh.

Marhumi langsung melaporkan hal ini ke pos perlintasan KAI (Kereta Api Indonesia) di Jalan Perintis Kemerdekaan. Keesokan harinya (2/3) petugas KAI meninjau lokasi dan membersihkan puing-puing bangunan hingga Minggu.

Terpisah, Humas Balai Teknik Perkeretaapian PT KAI Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Roni Lesmana menyatakan siap bertanggung jawab. Pihaknya akan memperbaiki dinding dan lantai rumah Marhumi yang rusak.

Selain itu, membangun kembali tembok pembatas rel tersebut dengan bangunan yang lebih kokoh agar kejadian itu tidak terulang.

Musibah seperti ini pernah terjadi pada Rabu (30/3). Sejumlah rumah rusak parah akibat ambruknya tembok sepanjang 35 meter di Jalan Wolter Mongonsidi, Gang Madrasah Sinar Gading, Kelurahan Talang, Kecamatan Telukbetung Selatan (TbS).

Tembok yang terletak tepat di belakang Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung itu ambruk lantaran hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (29/3) malam.

LEAVE A REPLY