Kadisdukcapil Tanggamus Resmi Tersangka dan Ditahan Hari Ini

TRANSLAMPUNG.COM, KOTAAGUNG-Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tanggamus IR, hari ini (28/2) resmi berstatus tersangka dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu. Meningkatnya status IR, berarti diikuti konsekuensi logis penahanan terhadap dirinya di Mapolres Tanggamus.

Kepastian meningkatnya status tersangka IR, disampaikan langsung oleh Kasatnarkoba Polres Tanggamus Iptu. Anton Saputra, mewakili Kapolres AKBP Ahmad Mamora, kemarin (27/2) siang. Hari ini IR resmi ditahan demi kepentingan penyidikan perkaranya. Sebelum menetapkan IR sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba, Satnarkoba sudah lebih dulu melakukan Gelar Perkara yang dipimpin Wakapolres Kompol Budhi Setyadi.

“Tadi kami lebih dulu melakukan Gelar Perkara yang dipimpin Pak Wakapolres. Hasilnya memutuskan IR menjadi tersangka. Namun surat perintah penahanan (sprinhan) IR memang baru terbit besok (hari ini, Red). Dasar penetapan IR menjadi tersangka adalah hasil tes urin Laboratorium UPTD Provinsi Lampung yang menyatakan bahwa urin IR positif mengandung menthamphetamin dari sabu-sabu yang dikonsumsi. Lalu IR sendiri juga sudah mengakui bahwa dia mengkonsumsi sabu-sabu di rumahnya di Bandarlampung, dua hari sebelum penggrebekkan dirinya,” tegas Anton Saputra.

Dia juga menjelaskan bahwa, diputuskannya peningkatan status tersangka dan penahanan IR, karena dirasa sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kepolisian memiliki waktu 6 x 24 jam dari penangkapan sampai proses penahanan.

“Nah, besok (hari ini, Red) Saudara IR sudah resmi ditahan dan dilanjutkan ke proses penyidikan,” terang Anton.

Dia mengakui, hasil laboratorium dari BNN Pusat di Jakarta memang belum keluar. Namun Anton yakin, hasil dari BNN Pusat, sama dengan hasil Laboratorium UPTD dan tes urine yang dilakukan Satnarkoba. Dia menjelaskan, yang diirimkan ke BNN adalah bong (alat isap sabu-sabu) yang masih ada airnya, plastik klip bening sisa pakai, sampel darah dan urine IR.

“Itu dilakukan untuk semakin menguatkan argumen dari penyidik. Karena memang untuk kasus penyalahgunaan narkoba, dibutuhkan pendapat ahli untuk pemberkasannya,” ujar Anton.

Mantan Kanit 2 Subdit 2 Direktorat Narkoba Polda Lampung itu juga menyebutkan, sampai saat ini, IR belum menunjuk kuasa hukum untuk mengawal proses hukumnya. Kemudian untuk rehabilitasi maupun penangguhan penahanan, menurut Anton, itu sah-sah saja. Sebab itu adalah hak dari tersangka.

“Yang saya tahu, hingga saat ini belum ada penunjukkan kuasa hukum. Kalaupun mau direhabilitasi itu hak dari tersangka. Namun, keputusan untuk rehab atau tidak, itu berdasarkan rekomendasi Tim Assesment Terpadu BNN Lampung. Kami sifatnya hanya memberikan surat pengantar. Hasil rekomendasi itulah yang menjadi dasar keputusan pengadilan,” beber Anton.

Kasus yang membelit IR ini, dia menambahkan, juga menjadi perhatian Kapolres Tanggamus dan juga Kapolda Lampung. Sehingga Anton menjamin, bahwa polisi akan bekerja secara profesional.

“Kami memiliki waktu hingga 90 hari untuk melengkapi berkas IR, sehingga bisa dilimpahkan ke kejaksaan. Namun Pak Kapolres ingin cepat. Jadi kalau bisa targetnya selama 20 hari, berkas sudah P21 ke kejaksaan,” ungkap Anton.

Untuk diketahui, IR digrebek Tim Saber Pungli di ruang kerjanya Rabu (22/2) siang. Alih-alih menjaring IR dengan dugaan praktik pungutan liar (pungli), polisi malah menemukan seperangkat bong dan seuah plastik klip bening wadah sabu-sabu yang sudah sisa pakai. Turut diamankan juga dua buah amplop warna coklat, masing-masing berisi uang Rp5 juta. Bong dan plastik ditemukan dari bawah meja kerja di ruang kerja, sementara amplop berisi uang ditemukan di laci. Belakangan IR menerangkan, bahwa uang itu sengaja dipinjamnya dari seorang kolega untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun sampai saat ini, polisi masih mendalami kebenaran keterangan IR.(ayp)

News Reporter