Kadisdukcapil “Sedih”, Programnya Dicela

0
136
views

Ketu: Pencitraan Siapa, dan Siapa Saya?

TRANSLAMPUNG.COM, GEDONG TATAAN- Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil),Kabupaten Pesawaran Ketut Partayasa merasa “Sedih” lataran program jemput bola yang di gagas oleh pihak Disdukcapil dituding abal -abal oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Pesawaran .

Menurutnya bahwa tudingan tersebut membuat pihaknya merasa “sedih ” lataran program yang di laksanakan bertujuan untuk mempermudah masyarakat melakukan perekaman E KTP dan Pembuata KK ,namun program ini di tuding program abal -abal tidak ada pungsinya alias asal asalan dan juga di tuding  pencitraan .

“Kalau di bilang program ini pencitraan, pencitraan siapa, dan siapa saya, karna yang namanya pencitraan itu tergabung dengan unsur politik kalau di bilang abal-abal kita kan membantu masyarakat,” kata Ketut saat di wawancarai di ruangan, Rabu (12/7).

Dijelaskanya bahwa program jemput bola ke masing masing Desa untuk mempermudah melakukan perekaman kepada masayarakat terutama masyarakat yang jarak tempuhnya jauh dari kantor Disdukcapil .

“Kami sangat senang jika ada yang mengkritik kinerja kita tapi sipatnya membangun supaya dalam hal ini pihak kita dapat memperbaiki ,terutama dalam pelayanan namu saat ini kondisi peralatan kita sangat minim meski demikian kita tetap upayakan pelayana maksimal ,” Ucapnya .

Ketut juga menjelasakan bahwa dalam pembaiyayaan program jemput bola tersebut memang menggunakan dana APBD namun dana itu merupakan dana perjalana Dinas dan juga dana tersebut di bilang sangat minim .

“Untuk biyaya per orang saja cuma Rp 150 000 dan setiap melakukan kunjungan itu ada 3 orang yang terjun itu juga jarak tempuhnya sangat jauh seperti di Kecamatan Punduh Pidada, namun dengan keterbatasan anggaran itu kita berupaya memaksimalkan program ini demi membantu masyarakat,” ujarnya .

Ia juga mengatakan bahwa minimnya peralatan kantor seperti Komputer dan Print di Disdulcapil memang menjadi kendala keterlambatan dalam pelayanan pembutan E KTP Dan KK namun pihaknya akan berupaya mengajukan Anggaran penambahan di pembahasan APBD Perubahan ini .

“Ya meskipun harus bergantian untuk mencetak Prinan E KTP KK pihak kita berupaya melakukan pelayana terbaik dan upaya kedepan ini akan merencanakan pengangaran peralatan pendukung pelayanan di Disdukcapil ini ,” tegasnya

Berita sebelumnya Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran menilai bahwa program jemput bola ke masing-masing desa yang digagas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil),Kabupaten Pesawaran untuk pembuatan AKTE,KK dan KTP adalah sebagai pencitraan.

Menurut Purwanto selaku Anggota DPRD Pesawaran ini menilai program jemput bola pembuatan Akte KK dan KTP selama ini hanya program bentuk pencitraan saja malah ada kesan justru mengambur-hamburkan uang karna hal yang di lakukan oleh pihak Disdukcapil semuanya menggunakan biyaya.

“Program jembut bola yang digagas Disdukcapil itu saya anggap program abal-abal. Hanya pencitraan saja dan terkesan buang-buang anggaran saja sementara manfaatnya itu ga ada sama sekali.”kataPurwanto saat dirinya melakukan kunjungan dikantor Disdukcapil setempat,Senin (12/6).

Anggota Komisi I DPRD Pesawaran ini juga mengatakan bahwa dirinya selaku wakil rakyat menilai mubajirnya program jemput bola yang di gagas Disdukcapil ke masing-masing desa ini,lantaran program tersebut hanya melakukan pendataan saja,tidak bisa melakukan perekaman dan pencetakan KTP,AKTE atau pun KK.

“Untuk apa program itu dilakukan,sementara mereka masyarakat sendiri untuk melakukan pencetakan tetep harus ke sini (Disdukcapi-Red),mendingan uang itu untuk kepentingan yang lain.”Ucapnya.

Dikatakannya,untuk saat ini saja guna pencetakan KTP di Disdukcapil masih banyak menemui kendala seperti adanya kerusakan pada Server.

“Kalau untuk pelayanan saya nilai lumayan baik,ini saja blanko KTP sudah ada sekarang,cuma untuk alat penunjangnya seperti server yang ada itu sudah usang dan harus segera diganti.Coba uang program pendataan atau jemput bola itu tidak dilakukan,kan dananya bisa untuk membeli server yang baru”Sesalnya.

Lebih lanjut dia mengutarakan,terkait adanya kendala di alat pengirim data kepusat ini (server-red),pihaknya selaku Komis I sudah melakukan langkah dengan memanggil pihak Capil.

“Pihak Capil sudah kita panggil dan kita sudah sarankan agar tahun depan dapat segera mengajukan anggaran untuk pengadaan server atau alat yang menunjang untuk kebutuhan dicapil.Kenapa harus tahun depan,karena walaupun dipaksakan ditahun ini tetep tidak bisa kita mesti harus menggu anggaran tahun 2018,” pungkasnya. (ydn)