Kabid Disnaker Trans Bawakan Samurai Kadinsos

0
612
views

Terkait Hutang Piutang

TRANSLAMPUNG.COM, PESISIR BARAT- Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Di Kejar Oleh, Kepala Bidang (Kabid) Dinas Tenaga Kerja Dan Transimigrasi (Disnaker Trans) menggunakan Senjata Tajam jenis Samurai, Selasa (13/6). Menurut salah satu saksi, kejadian tersebut bermula saat Pegawai Dinsos Sedang masuk dari istirahat kerja. “sekitar jam 13:00 wib, ada salah satu pegawai yang masuk dan mencenteng Senjata, dan Berteriak-teriak mencari Kepala Dinas, “ujarnya kepada Trans Lampung.

Dan tidak berselang lama, Pegawai Dinsos sudah Ber-Kumpul Dan mulai memisahkan Satu dengan yang lainnya. Dan tidak lama keluarga Kabid Tersebut Sudah Berada Di Tempat Kejadian Perkara sehingga mereka sudah di bawa oleh keluarga masing-masing untuk di amankan.

Di lain sisi, menurut kabid, Dinsos, Hari wiyono, kejadian tersebut Di Picu oleh persoalan kerja, Yang tidak bisa di selesaijan dan berdampak pada keributan. Sehingga Kabid Naker tersebut berteriak-teriak dan melontarkan kata Kata dengan menggunakan Bahasa Daerah lampung. “Dalam insiden tersebut tidak terjadi adu jotos, atau Bacok Membacok akan tetapi, hanya membuat gaduh kantor  saja, “ungkapnya.

Sehingga membuat Banyak Apratur Sipil Negara (ASN), menjadi takut, Terutama ASN wanita dan membuat mereka keluar meninggalkan Kantor,  untuk menenangkan diri dari Kejadian yang tidak terpuji Tersebut. Sedangkan bila kita runut mereka masih saling Bersaudara, kenapa ko bisa bertengkar.

Akan tetapi, persoalan tersebut menurut Saksi yang mengamankan mereka yakni terkait Hutang Kadis kepada Kabid  Naker trans, yang belum di selesaikan hingga saat ini. “Mereka ribut karna hutang seratus juta rupiah yang belum di selesaikan hingga saat ini, “saut salah satu saksi yang mengamankan.

Wiyono, juga berharap kedepannya jangan sampai ter-ulang lagi karna perbuatan tersebut tidak bagus dan bisa segera Di selesaikan, supaya pegawai tidak takut untuk bekerja. ” apa yang tidak bisa di selesaikan secara kekeluargaan, apa lagi Ributnya Di dalam kantor, “pungkasnya.

Di komfirmasi berbeda, Fauziah, Selaku pantup (Pasukan tertup) sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi. Dan ia juga memastikan akan melaporkan hal ini kepada Infektorat dan Bupati. “supaya memberi epek jera, saya akan laporkan kepada Infektorat dan bupati agar bisa di beri sangsi baik yang berlaku, “ujarnya.

Ia juga berharap kepada, ASN yang bertugas Di Pesibar supaya Bisa memberikan info kepada Pihak Satuan Pol PP, apa bila ada kejadian Kejadian yang membuat ASN tidak Nyaman Agar segera bisa Di amankan. (r7)