. . .

Kaban BPKAD Tubaba Mangkir Dari Hearing Bahas Bansos PC-NU, Paisol: Maksudnya Apa.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Tuangbawang ‎Barat (Tubaba) Paisol .,SH sayangkan atas ketidak hadiran pihak Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dalam rapat dengar pendapat (Hearing) atas pembahasan Dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemkab Tubaba terhadap Ketua PC-NU Sugito.,AS sejak tahun 2009 hingga 2018, diduga ada penyimpangan.

Hal tersebut setelah dijadwalkan rapat dengan pendapat terhadap instansi terkait pada (30/7/2017) lalu, terpaksa dilakukan penundaan atas dugaan urusan tersebut telah diselesaikan secara sepihak oleh oknum pejabat setempat.

Menurut Kepala Badan (Kaban) BPKAD Tubaba Merza irawan mengatakan, dilakukan penundaan rapat bersama Ketua Komisi C Tubaba untuk pembahasan terkait Bansos terhadap PC-NU tersebut itu atas benturan dua kegiatan yakni rapat Hut RI dan Rapat Pendapatan yang tidak boleh berwakili pada hari yang sama.

” Ketidak hadiran kami pada jadwal Hearing yang telah di tetapkan pada senin (30/7/2018) ‎selain kami harus lapor dengan pimpinan Pak Sekda, pada hari bersamaan juga ada dua kegiatan rapat, namun secara persis saya tidak tahun jelas apa komunikasi DPRD dengan Pimpinan sehingga jadwal Hearing ditunda pada kamis (2/8/2018) mendatang dan kami siap hadir.” Kata Mirza irawan saat di jumpai Translampung.com diruanga kerjanya pada (31/72018) pukul 12:26 Wib.

Menanggapi itu,  Ketua Komisi C DPRD setempat sangat menyayangkan atas ketidak hadiran pihak BPKAD dalam rapat yang telah di jadwalkan jauh hari sebelumnya, bahkan atas penundaan itu pihaknya mengakui belum ada informasi secara resmi dari piihak terkait.

‎” Ya hari ini senin (30/7/2018) kemarin Hearing dijadwalkan, namun hingga pukul 14:00 Wib pihak BPKAD tidak kunjung datang, apa maksudnyai ini, saya telah menunggu di ruangan sejak pukul 10:00 Wib.” Kata Paisol melalui Telponnya pada (30/7/2018) lalu.

Diberitakan sebelumnya. Menurut ‎Ketua PC-NU H.Sugito AS saat dijumpai dilokasi Kompleks islamic center kelurahan panaragan jaya Tulangbawang Tengah mengatakan. Dirinya memimpin PC-NU terhitung sejak 2009-2019 yang saat ini akan segera digelar konfrensi cabang (Konfercab) untuk pemilihan ketua PC-NU yang baru.

” Sebenarnya  masa kepemimpinan saya habis hingga‎ 2019 mendatang, namun karena saya akan ikut menjadi Calon Legislatif (Caleg) terpaksa harus mengundurkan diri dari ketua PC-NU, terkait bantuan sejak 2009 sampai 2017 PC-NU semasa kepemimpinan saya belum dan tidak pernah mendapat bantuan dana sosial (Bansos) dari Pemkab Tubaba, baru tahun 2018 ini kami mendapatkan bantuan dana hibah sebesar Rp 100 juta untuk pembangunan kantor PC-NU di Tiyuh Tirta makmur, dan saat ini dana tersebut telah kami ambil tahap pertama Rp 60 juta sementara sisanya Rp 40 juta akan di tarik kembali pada tahap kedua.” Kata Sugito terhadap Translampung seusai mengikuti acara manasik haji pada (2/7/2018) beberapa waktu lalu.

‎Lanjut dia, terkait pembangunan Kantor PC-NU di Tiyuh Penumangan Baru Tulangbawang Tengah tidak sedikitpun menggunakan dana Bansos Pemkab Tubaba, sebab dana pembangunan tersebut didapat dari swadaya jama’ah Nahdatul Ulama (NU).

Menurut satudiantara staf BPKAD yang enggan disebutkan namanya menguraikan. Sepengetahuan juga bedasarkan data amplikasi catatan seluruh transaksi keluar masuk dana keuangan yang melalui BPKAD itu ril adanya secara rinci.

‎” Data dana hibah PC-NU yang ada dalam arsip saya sejak 2010-2018 dengan rincian sebagai berikut, pada tahun 2010 pemkab tidak menghibahkan dana bansos, sementara pada 2011 barulah Pemkab menghibahkan dana  sebesar Rp 10 juta untuk pembangunan kantor PC-NU di Tiyuh Penumangan, Rp 10 juta untuk turnamen bola voli SLTA ikatan pelajar NU, dan  Rp 10 juta untuk kegiatan Halagoh dan baksos dalam rangka hari lahir NU.‎” katanya pada (16/7/2018) pukul 16:45 Wib  lalu.

‎Lanjut dia, pada tahun 2012 Pemkab Tubaba kembali menghibahkan dana bansos Rp 20 juta untuk kegiatan operasional PC-NU, tahun 2013 ‎Rp 10 juta untuk peringatan hari lahir NU Tubaba ke 78, dan untuk giatan koperasi serba usahaa pemberdayaan warga NU Rp 10 juta.

” Tahun 2014 NU  tidak mendapatkan dana bansos, sedangkan pada tahun 2015 barulah PC-NU mendapat kembali bansos Rp 10 dan RP 15 juta, sementara tahun 2016 dan 2017 pemkab tidak menghibahkan dana bansos ke NU, setelah  2018 ini NU kembali mendapatkan Bansos sebesar Rp 100 juta untuk pembangunan Kantor NU di Tirta makmur  yang saat ini telah di cairkan sebesar Rp 60 juta tahap pertama, sedangkan tahap kedua Rp 40 belum di mereka caikan.” Imbuhnya (Dirman)