Jumlah Sekolah Tetap, PPDB Andalkan Sekolah Lama

0
100
views

TRANSLAMPUNG.COM, KOTAAGUNG – Pada tahun ajaran 2017/2018 ini, Dinas Pendidikan Tanggamus menyatakan tidak ada sekolah baru berstatus negeri yang buka penerimaan siswa baru tahun ini. Karena dalam tahun ini, tidak ada sekolah negeri yang baru rampung dibangun.‎

Dengan demikian saat ini di Tanggamus, penerimaan peserta didik baru (PPDB) masih bergantung dengan sekolah yang selama ini ada. Apalagi untuk mendirikan sekolah baru tidak mudah. Karena segalanya harus siap. Mulai dari lokasi, bangunan, sarana pendidikan dan prasarana, seperti tenaga pendidik, tenaga administrasi, dan lain sebagainya. Dan selama ini sekolah di Tanggamus dibangun dari dana pusat.

Sekretaris Dinas Pendidikan Tanggamus Suprianto mengatakan, ‎di Tanggamus sampai saat ini ada lebih dari 78 SMP negeri dan swasta, serta 405 SD negeri dan swasta. Jumlah tersebut belum termasuk kelompok MTs dan MI. Dalam hal ini pertambahan jumlah sekolah juga disesuaikan dengan populasi penduduknya.

Menurut Suprianto, dalam tahun ini memang tidak ada sekolahan negeri baru yang selesai dibangun, baik tingkat SD dan SMP. Sekolah baru akan ada tahun depan, dengan jenjang SMP.

“Jadi tahun ini tidak ada sekolah baru yang buka penerimaan siswa. (Penerimaan) baru akan ada tahun depan untuk SMP di Kecamatan Cukuhbalak,” kata Suprianto, mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Tanggamus Johansyah.

Dia juga menjelaskan, proses pendaftaran siswa baru belum menerapkan sistem online. Sebab kondisi internet dan daya dukung sekolah belum memadai. Pendaftaran masih dengan cara mendatangi sekolah yang dituju dengan membawa persyaratan seperti sertifikat kelulusan dari jenjang sebelumnya untuk tingkat SMP.

Untuk tingkat SD ditentukan pada usia. Apabila usia sudah enam tahun bisa mendaftar. Artinya, tidak ada persyaratan khusus, seperti harus bisa membaca dan menulis dahulu.

“Untuk penerimaan dengan sistem bina lingkungan (biling) itu kebijakan sekolah. Masing-masing sekolah boleh menentukan berapa radius yang termasuk dalam prioritas biling. Dinas tidak mengatur hal itu. Dan pendaftaran sekolah negeri tidak dipungut biaya,” terang Suprianto.

Ia pun mengaku penerapan full day school belum bisa diterapkan di Tanggamus. Sebab secara umum sarana sekolah belum memadai. Namun jika harus diterapkan, bakal diupayakan. Sebab sampai saat ini keputusan menteri tentang penerapan full day school sampai sekarang belum dicabut.

“Lalu imbauan dari Plt Bupati Tanggamus supaya orangtua mau antarkan anaknya sekolah pada hari pertama sebagai bentuk perhatian dan dukungan. Dan sewaktu sebelum 13 Juli lalu, kami sudah mengimbau agar seluruh sekolah sudah harus siap sarana dan prasarananya,” tandas Suprianto. (ayp)