. . .

Jum’at DPRD Gelar Hearing Dengan Puskesmas Karta raharja, Waka I: Sudah Saya Perintahkan.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.
‎Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, ‎melalui Komisi B DPRD setempat jadwalkan rapat dengar pendapat (Hearing) terhadap ‎pihak UPTD Puskesmas Tiyuh (Desa) Karta raharja Kecamatan Tulangbawang Udik pada Jum’at (14/9/2018) mendatang.

hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua I DPRD Yantoni bersama Ketua Komisi B‎ Edison.,SH saat dijumpai pada acara rapat Koordinasi koalisi partai Gerindra di Tiyuh Tirta Kencana Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten setempat pada (12/9)

Menurut Ketua Komisi B DPRD  Edison.,SH menegaskan. pada kamis (13/9/2018) ini, kami akan segera mengirimkan surat pemanggilan kepihak Puskesmas tersebut secara resmi dalam kaitan rapat terkait dugaan kedisipinan, pelayanan, pungli juga hunian rumah dinas dokter.

” Hari jum’at ini kita akan gelar Hearing, kita akan pertanyakan semua keluhan warga dan apakah syarat Akreditasi puskesmas itu sudah layak, sebab syarat utama Akreditasi nya adalah dari pelayanan kepada warga.”‎ Kata Edison Kepada Translampung.com

‎Hal itu diamini Wakil ketua I DPRD yantoni, dirinya telah memberikan perintah resmi kepada ketua Komis B untuk segera menggelar Hearing kepada pihak Puskesmas Karta Raharja.

” Ini kaitannya dengan masyarakat langsung, dan ada dugaan ketidak transparan hasil PAD melalui Puskes setempat‎, jika terbukti Pemkab Tubaba wajib bertindak tegas dan jangan tebang pilih.” Tegas Yantoni.

Diberitakan sebelumnya, menurut satudiantara warga Tiyuh Karta raharja yang enggan disebutkan manya L (25) mengatakan. Secara pribadi pun masyarakat dirinya mengeluhkan sistem pelayanan pihak puskes kurang memuaskan. Pasalnya,  ketika pasien datang hendak berobat pihak medis (perawat) sibuk ngobrol antara mereka dan Dokter piket tidak stanby di tempat. Selain itu, tutur sapa pun keramahan dari pihak puskes sangat tidak bersahabat, sebagaimana yang dilakukan oleh pelayanan kesehatan lainnya  jika ada pasien yang datang langsung disambut dan di tanyakan keluhan pasien tersebut, namun sipat itu tidak dimili‎ki oleh puskesmas karta raharja.

” Saat itu saya mendampingi keluarga berobat di puskesmas karta raharja. Anehnya, sistem pembayaran biaya pengobatannya berpariasi terhitung sejak pukul 06 sampai 12: 00 Wib itu biaya pengobatanya setandar sebesar Rp 5000 rupiah, ‎ namun setelah melewati pukul 12:00 Wib mereka minta bayaran lebih dari semula sekitar Rp 25.000 hingga 30.000 rupiah.” Kata L, di kediamannya pada (7/9) pukul 12:30 Wib beberapa waktu lalu. (Dirman)‎