Jum’at Bersih, ASN Dibagi 39 Zona

0
509
views
Kegiatan Jum’at bersih di kabupaten Lampung Timur

TRANSLAMPUNG.COM, SUKADANA- Semenjak Syahrudin putera menjabat sebagai Sekretaris daerah (Sekda) dikabupaten lamtim telah banyak yang dia lakukan mulai menegakkan kedisplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan sekretariat pemda hingga keseluruh kecamatan yang ada dikabupaten lampung timur.

Begitu pula mengenai program jum’at bersih yang Mengambil rute kurang lebih 4.000 meter di sepanjang jalan protokol  Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, disetiap hari Jum’at bersih dipimpin langsung oleh Syahrudin Putera didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan kesra Tarmizi, Kepala bagian Humas Lampung Timur Arli Rasyid dan Kepala bagian Umum dan perlengkapan lampung timur Mart Aziz.

Jum’at bersih yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB, dengan mengambil rute mulai dari perempatan lampu merah Masjid Agung Sukadana sampai Islamic Center Sukadana tersebut.

Melibatkan seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Lampung Timur yang dibagi menjadi 39 zona bersih.Sehingga setiap satuan kerja mendapatkan alokasi zona kurang lebih sepanjang 100 meter pada setiap sisi bahu kanan dan kiri jalan.

Maksud dan tujuan pelaksanaan Jum’at bersih secara massal dengan mengerahkan ASN tersebut.

Syahrudin mengatakan, tujuannya adalah merupakan kesadaran, bagaimana menggerakkan partisipasi masyarakat sekaligus memberikan sosialisasi tentang arti penting hidup bersih, hidup sehat, hidup indah. Jadi ada yang lebih penting dari itu, yaitu kebersamaan.

“Waktu berkenaan dengan upaya kelanjutan pelaksanaan Jumat bersih kedepannya tersebut, Sekda Lampung Timur yang belum genap 4 bulan mengabdi di Bumei Tuwah Bepadan tersebut menuturkan, kegiatan Jumber ini akan kita bicarakan, setelah lebaran ini, kalau mungkin akan kita buat seminggu sekali jum’at bersih, kalau tidak dua minggu sekali jumat bersih,”bebernya.

Lanjut Syahrudin jumat bersih ini juga  untuk memupuk kebersamaan dan langsung tidak langsung kita olahraga. Namun demikian kita juga tidak mengesampingkan tugas pokok dan fungsi. Jadi dibagi juga, ada yang tetap dikantor dan melayani masyarakat.

Jadi membangun kebersamaan, ini perintah Bupati dan perintah Wakil Bupati kepada kita. Mudah mudahan ini akan kita teruskan, istikomah lah, terhadap program ini. Karena yang paling penting bagaimana membangun kesadaran, mengajak masyarakat, menggerakkan masyarakat.

“Apalagi kitakan sebagai pamong, tentu kita kasih contoh, ayo sama sama karena iniTidak zamannya main perintah, tidak lagi main tunjuk, kita turun bersama masyarakat. Kita Harus seperti itu pola pikirnya, melayani sepenuh hati pungkas nya.(r9)