. . .

Juara Lagi, Pesawaran Lagi

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Raihan Penghargaan Desa Terbaik Tingkat Nasional Berdasarkan Pengukuran Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2018 untuk Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, dan Penghargaan Desa Terbaik Kategori Sistem Padat Karya Tunai (PKT) Pengelolaan Dana Desa untuk Desa Mulyosari, Kecamatan Way Ratai, yang diserahkan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI Eko Putro Sandjojo kepada Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (29/11/2018) kemarin, diapresiasi sejumlah pihak.

Penghargaan bagian upaya sistemik pemajuan desa Indonesia itu diharapkan terus jadi cemeti emas bagi tumbuh kembang generasi emas rural-based on menyongsong bonus demografi di tengah hadir dini era disrupsi peradaban ala Revolusi Industri 4.0 yang menggurita seluruh lini kehidupan termasuk desa.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Desapolitan Indonesia (Desindo) Andi Desfiandi menyambut gembira torehan prestasi yang lagi-lagi diukir kabupaten muda berpemimpin muda pula itu.

“Saya ucap selamat. Sukses Bro Dendi (Bupati Pesawaran, Red) dan seluruh jajaran, serta seluruh masyarakat Kabupaten Pesawaran,” kata Andi, dimintai tanggapannya, Jum’at (30/11/2018).

“Desa Hanura ini teladan lama. Kadesnya ini saya tahu mantan aktivis kampus, jejaring inovasinya juga bagus. Bupatinya milenial, respons tinggi gerak perubahan. Cocok dah,” kata dia lagi, bernada memuji.

Desa Mulyosari? “Nah kalau Mulyosari itu yang secara ‘keroyokan’, bersama Pak Indra Krisna (Kepala OJK Lampung, Red) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Lampung, kita all out sokong abis BUMDes (Badan Usaha Milik Desa)-nya hingga memiliki industri pengolahan air minum dalam kemasan (AMDK) itu kan? Mantap deh pokoknya,” ujarnya pula.

Tugas Pesawaran berikutnya, imbuh salah satu inisiator Innovator 4.0 Indonesia Xtended Chapter Lampung ini, menghela proses industrialisasi desa dibarengi upaya digitalisasi ekonomi 144 desa dan 4 desa persiapan dari 11 kecamatan disana.

“Ambil misal terpaut Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata sinergis dengan proyeksi Pemprov Lampung melalui optimalisasi penatalaksanaan BUMDes yang memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang telah maju sebagai pelopor. Agar bisa ada proses duplikasi dan replikasi bagi desa-desa sekitar,” tambah Andi.

Atau, lanjut dia, berbasis inovasi desa dan daya dobrak Produk Unggulan Desa (PruDes) yang didukung totalitas valuasi modal dan skala ekonominya lewat skema pemberdayaan ekonomi 1 desa 1 PruDes, 1 BUMDes seribu inovasi desa.

“Pesawaran, desa-desanya itu, mutiara terpendam. Program Dana Desa pemerintahan Presiden Jokowi, tanda cinta negara hadir. Raihan ini, bukti Pesawaran tajir. Tajir potensi, tajir sumber daya, dan wajar, banjir dukungan, banjir pahala,” pungkas Andi, didampingi Ketua dan Sekretaris Dewan Pengurus Desindo Zaidirina dan Ahmad Muslimin.

Beda Andi, beda Nurul Ikhwan. Aktivis pemberdayaan ekonomi masyarakat desa di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) ini mengatakan, sukses Pesawaran jadi bagian sukses dan juga kebanggaan Lampung, termasuk Lamsel.

“Tak heran, selain kecerdasan alami pemerintah dan rakyat kedua desa, hemat saya, faktor kepemimpinan kuat bertangan dingin Bupati Dendi, yang notabene putra mantan bupati kami, Zulkifli Anwar, atas prestasi ini, jadi inspirasi banyak ‘wong ndeso’ dan milenial desa Lampung Selatan juga,” ujar Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Lamsel ini.

Ikhwan, yang rajin berkeliling desa menggelorakan semangat pemajuan ekonomi desa melalui digitalisasi BUMDes dan mentoring tanggap darurat pemetaan potensi desa ini berharap, Pemkab Lamsel dan elemen pemangku pemberdayaan ekonomi desa lainnya terus andil jurus ‘tak kenal ampun’ guna mewujudkan desa maju, mandiri dan bermartabat.

“Ini kode unik bagi kita semua. Jangan picing mata lihat desa. Desa Indonesia sekarang ini seksi. Kaya aksi. Selamat buat Pesawaran, saya ikut bangga,” tutup pengusaha muda yang juga penasihat Perguruan Bela Diri Ksatria Tarung Sejati Lampung ini.

Diketahui, IDM jadi tolak ukur perkuatan capaian peningkatan kapasitas kelembagaan-keberdayaan dan kapabilitas masyarakat desa dalam tiga cakupan utama –ketahanan sosial, ekonomi dan lingkungan.

Sementara PKT sebagai affirmative action kegiatan pemberdayaan masyarakat desa sebagai stimulan produktivitas ekonomi desa melalui pengutamaan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal.

Ditujukan guna memberi tambahan pendapatan, peningkatan daya beli, mengurangi kemiskinan, sekaligus mendukung penurunan angka stunting, serentak di 74.957 desa/pekon/kampung/tiyuh/gampong/huta/nagari/dusun/banjar/lembang/temukung/negeri se-Indonesia. (rls)