. . .

Juara Baru Bakal Lahir di Ajang Srikandi Cup 2018

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, FIN.CO.ID, JAKARTA – Kompetisi bola basket putri profesional bertajuk Srikandi Cup akan kembali bergulir 26 November hingga April 2019 mendatang. Ajang yang sudah memasuki season ketiga ini nantinya akan diikuti oleh tujuh tim peserta.

Ketujuh tim basket putri yang menyatakan siap berlaga di musim ini adalah Tanago Friesien Jakarta, Scorpio Jakarta, GMC Cirebon, Sahabat Semarang, Merpati Bali, Flying Wheel Makassar, Tenaga Baru Pontianak.

Mundurnya juara bertahan dua tahun beruntun Surabaya Fever diikuti Merah Putih Samator membuat musim ini lebih kompetitif. Bukan tidak mungkin musim 2018-2019 ini pun akan melahirkan juara baru yang nantinya mendapatkan piala bergilir Srikandi Cup musim ini.

“Saat ini Srikandi Cup hanya diikuti oleh tujuh tim, hal ini setelah Surabaya Fever dan Merah Putih Samator mundur dengan alasan masing-masing. Namun, kami berharap pada musim depan meraka bisa kembali bergabung membangkitkan kompetisi basket putri Indonesia.” tutur Koordinator Srikandi Cup, Deddy Setiawan dalam jumpa wartawan di di Pasar Festival, Rasuna Said, Jakarta, Sabtu (10/11) kemarin.

“Melihat dari peta persaingan, ketujuh tim ini pastinya akan saling bersaing secara ketat dan terjadi perubahan komposisi pemain di setiap tim masing-masing,” sambung Deddy.

Lebih lanjut, Deddy menuturkan bahwa musim ini, Srikandi Cup kedatangan peserta baru. Ya, Scorpio yang merupakan tim dari Jakarta melengkapi jumlah tujuh tim peserta Srikandi Cup musim 2018-2019 ini.

“Dengan absennya Surabaya Faver dan Merah Putih, kami bisa berbahagia kembali setelah keluarga Srikandi Cup kedatangan anggota baru, yang sebetulnya bukan tim baru di dunia bola basket, yakni Scorpio Jakarta,” terang Deddy.

Meski demikian, Deddy mengakui bahwa  format kompetisi yang memasuki penyelenggaraan tahun kedua tersebut belum kunjung selesai. Hal itu dijelaskannya, lantaran pihaknya masih memiliki dua opsi terbaik untuk penyelenggaraan.

“Sampai sejauh ini sudah ada dua opsi sistem, yakni sama seperti tahun lalu pakai sistem dua pool atau format liga yang setiap tim bertemu dua kali,” terang Deddy.

Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya bersama dewan perwakilan tim akan melakukan finalisasi penggunaan format kompetisi. Namun ia menyebut ada kecenderungan tim-tim bakal memilih format liga.

“(untuk format kompetisi) memang masih belum final, tapi antisipasi kami sih ke format bentuk liga,” tutur Deddy.

Lebih lanjut, pria yang merupakan pemilik dari salah satu tim perserta Srikandi Cup, Merpati Bali tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya belum menentukan hadiah utama untuk penyelenggaraan ini. Hal itu lantaran, kejuaraan ini sendiri belum mendapatkan sponsor yang signifikan.

“Sejauh ni sponsor masih minimalis, jadi kami belum kepikiran total hadiah bagi juara itu berapa,” tukasnya.

Sementara itu sebagai pendatang baru, Scorpio Jakarta, yang kerap melahirkan pebasket putra-putri berkualitas di kompetisi amatir dan nasional, menyambut baik sekaligus siap berlaga di Srikandi Cup musim ini. Budi Wardoyo pelatih kepala sekaligus pemilik klub optimis timnya dapat bersaing meski berstatus sebagai pendatang baru.

“Kemblainya beberapa pemain pilar kami, saya harapkan mampu membantu para pemain hasil binaan Scorpio lainnya di ajang Srikandi tahun ini dan seterusnya. Semoga ini bisa memotivasi adik-adik kami, para pemain yang ada di tim kelompok usia dini utnuk bisa mencapai tim senior dan ikut di kompetisi basket profesional ini,” terang Budi.

Terkait soal target, Budi menjelaskan bahwa timnya tidak memasng target apapun. Meski demikian, ia mengaku timnya akan memberikan permainan terbaiknya untuk kompetisi tersebut. “Berbicara target, kami sudah siap berkompetisi untuk semaksimal mungkin meraih yang terbaik meski kami adalah pendatang baru,” tutup Budi.

Selain itu, pelatih kepala Merpati, Bambang Asdianto Pribadi, absennya Fever dari Srikandi Cup membuat semua tim peserta menyambut musim kompetisi 2018-2019 lantaran dipastikan ada pintu terbuka untuk menjadi juara.

Terlebih bagi Merpati, yang pada seri playoff Srikandi Cup 2017-2018 lalu menjadi runner-up di bawah Fever, boleh dibilang menjadi salah satu unggulan di musim kompetisi baru.

“Ada pintu terbuka ke sana, ada juara baru. Bukan cuma Merpati sih yang diunggulkan, semua tim juga pasti excited musim ini,” tutur pria yang akrab disapa Coach Bing itu.

Sebagai informasi, Srikandi Cup 2018-2019 akan digelar dalam empat seri. Seri pertama pertama sendiriakan berlangsung di GOR Merpati, Denpasar, Bali, pada 26 November hingga 1 Desember 2018. Dilanjutkan seri kedua di GOR Cempaka Putih atau Rawamangun pada 11-16 Februari 2019.

Seri ketiga Srikandi Cup akan digulirkan di Semarang pada 1-6 April 2019 di GOR Sahabat Semarang. Sedangkan babak Playoff dan Grand Final akan digelar di kota Pontianak pada akhir April 2019.(Gie/Fin)

error: Content is protected !!