Jika Tak Terbukti, AS Siap Lapor Balik

TRANSLAMPUNG.COM, KALIANDA – Amir Sarifudin wartawan salah satu media online, mengaku siap dipriksa oleh aparat kepolisian terkait pemberitaan yang ditulisnya.

“Silahkan saja mereka (Perlengkapan-red) lapor kepolisi, itukan hak meraka dan sah saja. Tetapi, jika tidak terbukti saya juga akan siap melaporkan mereka balik atas tuduhan tersebut,” kata Amir, saat dihubungi wartawan Trans Lampung, Jumat (9/3/2018) sekitar jam 17.38 WIB.

Dalam pembuatan atau penulisan suatu berita, lanjut Amir sudah memenuhi unsur Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sebelum berita tersebut dipublikasikan.

“Saya membuat berita itu sebatas kontrol sosial, dan tidak pernah menjelek-jelekan atau membuat berita fitnah atau bohong. Kemudian berita yang disebar di FB saya juga, tidak menyudutkan lembaga atau perseorangan,” ujarnya.

Karena persoalan ini, ditambahkan dia sudah diserahkan dengan pihak kepolisian biarkan saja prosesnya berjalan.

“Ya, kita tunggu saja apa hasilnya. Dan, saya siap untuk menghadapi persoalan ini,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, translampung.com  Kepala Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Delfa Farizy melaporkan salah satu wartawan media Online yang telah menyebarkan berita fitnah dan Hoax (Bohong) ke Polres Lampung Selatan. Pasalnya,  dalam pemberitaan tersebut si wartawan itu,  telah membuat berita dengan tanpa menyertakan bukti-bukti yang akurat seperti yang telah dituduhkan didalam pemberitaan yang dimuatnya.

“Ya, hari ini kami (Bagian Perlengkap-red) secara resmi telah melaporkan (AS) wartawan Media Online ke Polres Lamsel dengan Surat Laporan No.B-320/III/2018/SPKT atas tuduhan pencemaran nama baik di Media Sosial,” ungkap Izy sapaan akrabnya, saat menggelar jumpa pers di Ruangan Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekobang), Jumat (9/3/2018).

Dijelaskan Izy, pemberitaan di Media online tersebut pada hari Jumat (9/3/2018) dengan judul “Mobil Dinas Pemkab Lamsel dibuat pakai Mesum” tidak menjelaskan hari dan tanggal serta tidak melapirkan bukti yang kuat. Dimana berita yang dituduhkan itu, mobil dinas dengan Plat BE 1032 DZ jenis Daihatsu Terios saat ini dalam kondisi rusak dan akan diperbaiki.

“Mobil Dinas itu, sejak diserahkan pada  Selasa (27/2) terparkir di kantor Pemkab Lamsel dan tidak pernah dibawa atau dipakai keluar halaman hingga saat ini. Kemudian, kunci mobil tersebut ada pada Kasubag Penata usaha Aset bagian perlengkap berada dilaci kerja dan selalu terkunci,” terang dia dihadapan para awak media.

Ketika berita itu dimuat, ditambahkan dia, jelas sudah menyebarkan berita bohong karena mobil itu dalam kondisi terparkir dan tidak ada yang memakainya.

“Oleh karena itu, kami berharap kepada aparat kepolisian dapat segera memproses laporan yang kami sampaikan itu. Sebab, kami telah merasa dicemarkan dan rugikan,” ucap dia.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Mulyadi Saleh mengatakan, terkait persoalan ini jelas telah menyebarkan berita bohong.

“Jika kalian (Bagian Perlengkapan-red) benar, jangan takut. Kebenaran itu harus diperjuangan dan ditegakkan sampai mati, karena itu merupakan salah satu jihad menurut ajaran agama Islam,” tegas Mulyadi.

Untuk itu, biarkan proses hukum yang akan mengungkap siapa yang salah dan siapa yang benar.

“Karena persoalannya sudah diserahkan kepihak kepolisian, biarkan mereka yang akan memprosesnya. Kita tunggu saja hasil dari aparat kepolisian,” pungkasnya.(JOHAN) 

News Reporter