. . .

Jika Amanat Rakyat Ada Untukku Tiga Pungsi Wajib Dijalankan, Money Politik: Pemilih Harus Cerdas.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.
Jika‎ masyarakat memilih dan mempercayai amanatnya kepada ku untuk menjadi wakil mereka, dirinya akan bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) bedasar UU No 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

‎Hal tersebut diungkapkan secara gamblang oleh Caleg No urut 9 dari Partai Demokrat dapil 1 Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Agus Tomi sapaan akrabnya (Tea), saat dijumpai Translampung.com dikediamannya pada (30/9).

‎Menurut nya. Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) anggota DPRD mempunyai tiga tanggungjawab  yakni, tanggung jawab terhadap pemilih atau rakyat, tanggungjawab terhadap konstitusi dengan segenap turunannya, serta  tanggung jawab terhadap partai.

” yang dimaksud tanggung jawab terhadap pemilih,  keharusan bagi anggota DPRD untuk setia kepada pemilihnya ( konstituen). Dan senantiasa menyadari bahwa Ia adalah wakil rakyat, yang dipilih oleh rakyat. Sehingga perlu baginya untuk memperhatikan kebutuhan, dan permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. Sebab pemilih adalah suara rakyat, dan merupakan tangan-tangan Tuhan, yang entah apa alasannya mau memilih kita. Dan memang tidak mudah untuk memperhatikan konstituen karena memerlukan biaya dan tenaga.” Katanya.

‎Selain itu, tanggung jawab terhadap konstitusi dengan segenap turunannya, adalah mempunyai arti yang tak kalah pentingnya. Yakni wajib hukumnya untuk setia kepada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini sangat penting agar dalam melaksanakan tugas selalu berhati-hati, tertib administrasi, dan cermat sesuai dengan peraturan yang ada. Bahkan,  tanggungjawab terhadap partai, mempunyai arti setia kepada partai yang mencalonkannya. Anggota DPRD terpilih harus ikut menjaga partai yang mencalonkannya agar partai tetap sehat sehingga dapat diikuti oleh masyarakat.

” Intinya, tupoksi yang berisi tiga kesetiaan tersebut mempunyai makna agar kita semua dalam menjalankan tugas sesuai dengan porsinya masing-masing. Dengan demikian, Insyaallah kita akan selamat sampai di akhir masa jabatan. Oleh karenanya,  rakyat yang disebut Pemilih ini juga harus cerdas serta cermat melihat, mengenali siapa calon yang layak, pantas dan cakap untuk mereka jadikan wakil mereka di parlemen. Sebab ketika salah pilih Lima tahun penyesalan nya.” Jelasnya.

Sebagai mana diketahui, melalui pemilihan umum legislatif, mereka telah bersaksi didalam bilik. Bersaksi dihadapan Tuhan yang maha Esa,  bahwa yang mereka pilih adalah orang-orang yang benar-benar baik dan pantas. Memiliki visi  misi yang jelas, serta Integritas, Kecerdasan dan Kemampuan mengemban amanat rakyat selama lima tahun. Sehingga apa yang menjadi aspirasi ataupun  harapan masyarakat dapat  terwakili juga terwujud secara nyata. Kendati demikian, tidak mudah bagi mereka para pemilih untuk menentukan pilihannya, di tengah marak nya Politik uang (Money Politik) yang marak terjadi ditengah masyarakat saat ini. Dan sudah barang tentu merusak tatanan demokrasi kita. Namun ini semua dapat di cegah dan diberantas dengan komitmen yang kuat dari penyelenggara pemilu itu sendiri. KPU Bawaslu, dan Gakumdu.

‎” Insyaallah dengan niatan yang baik dan komitmen yang kuat dari penyelngara pemilu serta  masyarakat pemilih untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang ber- asas kan pada Pemilu yang Jujur , Adil Bebas, Umum dan Rahasia. Sehingga dapat terciptanya pemilu yang benar- benar ber-kwalitas dan menghasilkan para wakil rakyat yang amanah.” Imbuhnya. (Dirman)