. . .

Jerat Nasabah dengan Dana Bagi Hasil

image_print

Selain Program Investasi Haji

TRANSLAMPUNG.COM, CIREBON – Penyedia Jasa Haji dan Umroh BMT Global Insani diketahui bukan saja menawarkan program investasi haji untuk mengincar nasabah. Akan tetapi menawarkan program lain yaitu investasi seperti dana bagi hasil usaha atau Qiradh.

Seorang korban nasabah BMT Global Insani Sumarto, 53 mengaku bahwa dia bersama istrinya Musni, 47 menjadi korban BMT Global Insani sejak April 2015. Dia menjadi korban investasi Qiradh di BMT Global Insani.

Sumarto mengaku, uang yang sudah masuk sebesar Rp 54 juta ke Global Insani untuk mengikuti program investasi Qiradh usaha jahe. Dia mengambil 7 paket Qiradh dengan satu paket investasi senilai Rp8 juta.

“Uang yang saya masukkan ke investasi Qiradh jahe itu uang dari hasil pesangon saya. Sampai hari ini belum ada kejelasan dari pihak Global Insani,” ungkapnya, Minggu (8/4) di Cirebon.

Sumarto mengatakan, hasil pensiunan kerja sejak 1985 di PT Pintek itu sudah habis disetorkan ke Global Insani. Saat ini, Sumarto hanya bergantung nasib dari hasil dagang istrinya sebagai penjual Nasi Jamblang.

“Investasi Qiradh di perusahaan milik Basuni itu bermacam-macam usaha. Seperti, kecap, jahe, saos, jati. Saya ikut program jahe.

Dari hasil investasi itu, dijanjikan mendapat 12 juta per bulan. Akan tetapi, hingga saat ini Sumarto belum menerima keuntungan apa pun dari program investasi Global Insani.

Dikatakannya,Direktur BMT Global Insani, Basuni sempat membuat surat pernyataan pada 13 Agustus 2017 yang isinya akan mengembalikan uang seluruh nasabah pada April ini. Akan tetapi, tidak ada kabar kelanjutan dari pihak Global Insani.

Diketahui, Basuni memiliki dua perusahaan, PT Surabraja Mandiri (SBM) dan BMT Global Insani. Untuk menarik program investasinya, dia mengiming-iming nasabah calon haji untuk ikut juga program investasi Qiradh di PT SBM.

“Katanya sih April ini uang nasabah mau dikembalikan, akan tetapi sampai saat ini belum ada kabar lanjutannya,” ujarnya. (wiw/JPC/jpg)