Jembatan Gantung Ambrol Tanggamus Telan Korban Pelajar Sedayu

0
672
views

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Danang (16) bin Sriyono hilang terbawa arus Sungai (Way) Semaka sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi (12/11). Pelajar asal Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus itu, tercebur ke sungai bersama temannya, M. Ridho Pebrian (16). Namun pelajar asal Pekon Banjarnegoro yang berboncengan dengan Danang, berhasil berenang dan menjangkau tepi sungai. Sementara Danang, hanyut terseret arus sungai.

BERSIAP CARI KORBAN: Tim BASARNAS Lampung saat bersiap melakukan pencarian Danang (16) yang hanyut terbawa arus Way Semaka dini hari (12/11) tadi pukul 03.00 WIB. (Foto: DOKUMENTASI BASARNAS LAMPUNG)

Kapolsek Wonosobo Iptu. Andre Try Putra membenarkan kejadian itu. Kapolsek menerangkan, kala itu dua pelajar tersebut menyeberangi jembatan gantung tua menggunakan sepeda motor Honda BeAT. Kabarnya mereka baru saja pulang dari menonton konser di Kabupaten Pringsewu.

Namun karena lampu utama sepeda motor yang mereka tunggangi tak menyala, mereka tak melihat bahwa papan kayu yang berada di tengah badan jembatan gantung ambrol sepanjang tiga meter.

DISEGEL POLICE LINE: Jembatan gantung tua yang di tengahnya ambrol dan membentuk lubang berukuran tiga meter dan menelan korban seorang pelajar asal Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, kini sudah disegel police line. (Foto: DOKUMENTASI POLSEK WONOSOBO)

“Danang dan Ridho tak hanya berdua, melainkan bersama lima teman lainnya. Mereka konvoi menyeberangi jembatan yang sama tadi malam,” ujar Andre, mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili.

Kapolsek menerangkan, Danang dan Ridho berada di urutan paling depan, karena lampu motor mereka rusak. Sedangkan empat teman mereka di urutan belakang. Mereka menyoroti Danang dan Ridho yang di depan pakai lampu motor mereka. Tapi rupanya kedua pelajar tersebut tetap tidak melihat kalau papan di tengah jembatan ambrol dan membentuk lubang tiga meter. Akhirnya mereka berdua tercebur ke sungai.

“Mengetahui dua temannya yang menggunakan sepeda moto Honda Beat warna putih tercebur ke salah satu sungai besar di Tanggamus, lima teman Danang dan Ridho, yaitu Reza, Yoga, Aldi Saputra, Bayu, dan Rapi langsung kocar-kacir meminta bantuan warga sekitar lokasi kejadian. Ridho berhasil berenang dan menjangkau tepi sungai. Sedangkan Danang terseret arus sungai dan sampai sekarang belum ditemukan,” beber kapolsek.

Peristiwa ambrolnya papan jembatan yang terbuat dari kayu tersebut, lanjut Andre, tidak ada yang mengetahuinya. Tapi diduga terjadi malam hari. Setelah menerima informasi, petugas bersama warga sekitar telah melakukan upaya pencarian Danang yang hanyut.

“Mohon doanya ya, agar (korban) segera diketemukan. Untuk pencarian korban hari ini, dilakukan BASARNAS Lampung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanggamus, dibantu personel Polsek Wonosobo dan warga,” jelas kapolsek.

Sementara itu M. Ridho Pebrian diwawancarai di rumahnya menceritakan, saat terperosok dia sempat menarik tangan Danang tetapi terlepas.

“Saat saya berenang menepi, tangan Danang sudah saya pegang dan saya tarik ke tepi. Sayangnya pegangan dia terlepas dari tangan saya,” ungkap M.Ridho. (ayp)