. . .

Jelang Idul Adha Lapak Hewan Kurban Menjamur

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Tempat penjualan hewan kurban semakin menjamur di Bandarlampung menjelang Hari Raya Idul Adha 22 Agustus mendatang. Seperti, penjual kambing dan sapi di ruas Jalan Emir M Noer, Tanjung Karang Pusat (TKP).

Salah satu penjual, Roni mengatakan,  pembeli memang masih sepi dan baru ramai H-10 jelang hari kurban.

“Sudah ada juga yang beli tapi belum ramai. Setelah beli mereka juga menitipkan kambingnya dan baru diambil H-2 Lebaran, ” ujarnya saat ditemui di lokasi penjualan, Senin (6/8).

Roni mengungkapkan,  menjual sapi memiliki keuntungan lebih banyak tetapi susah lakunya.  Kambing bisa dibeli dari harga Rp1,7 juta sampai Rp4 juta paling mahal.  Sementara sapi harga paling murah Rp13 juta sampai Rp30 juta.

“Pembeli lebih banyak cari kambing karena kurban sendirian.  Kalau sapi bisa buat 7 orang, jadi mahal harganya,” kata dia.

Tahun 2017 lalu, dirinya bisa menjual 200 ekor kambing.  Sementara sapi hanya laku 2 ekor.

“Jadi sekarang kalau ada yang cari sapi baru kita carikan sapinya. Yang di kandang kambing semua,” paparnya.

Kambing yang dijual, lanjut Roni, dipasok dari Gisting, Tanggamus. “Tidak ada kambing asli Bandarlampung yang kami jual. Kami mendapatkan kambing dari Gisting, Tanggamus,” jelasnya.

Penjual kambing lainnya di Jalan Sutan Jamil, Gedungmeneng Baru, Suyono mengatakan, dirinya menjual sapi dan kambing.  Namun yang tersedia di kandang baru kambing. Kambing berukuran besar dengan usia 4 tahun, dia ditawarkan dengan harga Rp4 juta.

“Bisa ditawar tapi turunnya gak banyak.  Bisa Rp3,7 juta,” jelas dia.

Untuk harga sapi, dijual berdasarkan ukuran sapinya.  “Minimal harga Rp13 juta sampai Rp25 jutaan, ” ungkapnya.

Menurutnya, pembeli banyak dari kalangan pegawai negeri atau swasta.  Namun ada juga masyarakat biasa. “Tiap tahun jual hewan kurban.  Sudah 30 tahunan berjalan,” kata Suyono.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Bandarlampung, Agustini mengatakan,  penjual hewan kurban juga bisa ditemui di Jalan Rasuna Said, arah Bukit Camang, Way Kandis dan Sukarame. Setidaknya kebutuhan sapi kurban  mencapai 1.500an ekor tiap Idul Adha. Untuk kambing  mencapai 10ribu ekor.

“Kalau Bandarlampung tidak punya banyak, hanya sedikit. Tapi kabupaten  penyangga tetap ada.  Seperti Lampung Tengah, Lampung Selatan dan Tanggamus. Persiapan saat ini biasalah sapi 1.500-an,” ujar Agustini saat dihubungi melalui sambungan telpon, Senin (5/8).

Ia memberikan tips agar pembeli mendapatkan hewan kurban yang tepat.  “Dilihat secara kasat mata (hewan kurban) sehat,  matanya tidak merah, bulu hewan tidak berdiri  dan hewan tidak kurus, ” kata Agustini.

Selain itu, lanjut Agustini,  sudah tercukupi  secara umur. Untuk sapi sudah mencapai usia di atas 2 tahun sedangkan kambing setidaknya berumur 1 tahun.  “Giginya sudah ada yang tanggal, tidak pincang ataupun cacat, ” imbuhnya.

Agustini juga mengatakan,  pihaknya akan rutin  melakukan pengecekan intensif hewan kurban di lapak-lapak penjual mulai H-10. “Sampai pada hari pemotongan,  kami bersama tim di kecamatan, dibantu dokter hewan dari provinsi juga persatuan sarjana peternakan akan turun ke masjid-masjid atau tempat pemotongan hewan,” kata Agustini.

Saat ini,  lanjut Agustini, dinas pertanian sudah melakukan  pengecekan di beberapa lokasi. “Jadi jarang  ada hewan kurban tidak layak dijual karena mereka rugi sendiri kan (kalau tidak ada yang beli). Kecuali untuk penyakit yang tidak terlihat seperti cacing hati (masih ditemukan),” pungkasnya. (jef/hkw)