. . .

Jatuh saat Dikejar Polisi dan Warga, PA Gagal Nikmati Hasil Curian

image_print
PASRAH: PA (30) tersangka curas Honda BeAT BE 4131 VQ milik Agus (18), hanya bisa pasrah saat digelandang polisi ke Mapolsek Wonosobo setelah pelariannya tak berjalan mulus dan dia ditinggal kabur rekannya yang merupakan residivis curas, YB yang kini buron. (Foto: DOK POLSEK WONOSOBO)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Aksi PA (30) bersama YB merampas Honda BeAT milik Agus (14) di bawah jembatan Pekon Banyuurip, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus tak sepenuhnya berjalan mulus. Lantaran baru beberapa saat membawa kabur motor matic milik warga Pekon Sridadi, Kecamatan Wonosobo itu ke arah jalan raya, kedua pelaku sudah keburu dikejar polisi yang sedang patroli dibantu warga.

Alih-alih menikmati hasil kejahatannya, PA kini justru mendekam di balik jeruji ruang tahanan Mapolsek Wonosobo. Sementara rekannya beraksi, YB yang menyelamatkan diri sendiri, kini menjadi buronan petugas. Dari tangan PA yang “sudah jatuh tertimpa tangga” itu, polisi mengamankan satu unit sepeda motor Honda BeAT BE 4131 VQ, milik Agus.

Kapolsek Wonosobo AKP Edi Qorinas, S.H. menjelaskan, PA merupakan warga Pekon Negeriagung, Kecamatan Bandarnegeri Semoung. Dia ditangkap Sabtu (29/9) sekitar pukul 18.30 WIB di Jalan Raya Pekon Banyuurip.

“Tersangka ditangkap, sesaat setelah mengambil paksa sepeda motor korban yang baru selesai dicuci di bawah jembatan Pekon Banyuurip. Saat itu, korban sedang mandi setelah setelah selesai mencuci sepeda motornya,” terang Edi Qorinas mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si., Minggu (30/9) siang.

Kronologisnya, kata kapolsek, kejadian hari Sabtu (29/9) sekitar pukul 18.00 WIB di bawah jembatan Pekon Banyuurip ketika korban mandi dan mencuci sepeda motor bersama temannya, Aji (18). Mereka didatangi dua tersangka untuk meminjam gayung.

Namun, tiba-tiba gayung tersebut dibuang ke sungai. Lantas sambil mengancam membacok korban, tersangka langsung membawa paksa sepeda motor korban ke arah jalan raya. Karena takut, korban hanya bisa terdiam saat sepeda motor kesayangannya senilai Rp7 juta diambil paksa dua tersangka.

Setelah dua tersangka pergi, korban kemudian berteriak meminta pertolongan. Beruntung petugas Patroli Unit Reskrim Polsek Wonosobo sedang melintas. Lalu dibantu warga segera melakukan pengejaran.

“Saat dikejar petugas bersama warga, tersangka terjatuh dari sepeda motor curian tersebut dan berhasil dibekuk. Sayangnya satu tersangka (YB) berhasil kabur,” jelas mantan Kapolsek Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah itu.

Teman PA yang berinisial YB, Edi Qorinas melanjutkan, merupakan seorang residivis dalam perkara pencurian dengan kekerasan. Bahkan baru sebulan lalu, YB keluar dari penjara.

“Terhadap YB masih kami lakukan pengejaran. Mudah-mudahan segera tertangkap,” ungkap kapolsek.

Saat ini tersangka berikut barang bukti sepeda motor Honda BeAT BE 4131 VQ milik korban beserta STNK-nya, celana panjang dan baju kemeja milik tersangka, diamankan di Mapolsek Wonosobo. Sementara golok yang dipakai beraksi, masih dicari.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara,” tegas Edi Qorinas.

Tersangka PA mengaku, Sabtu sore bersama YB datang dari Gunungdoh sengaja mencari “mangsa” di wilayah Wonosobo.

“Setelah melihat sepeda motor di bawah jembatan yang pemiliknya sedang mandi, saya mendekatinya, mengancam, dan mengambil paksa (sepeda motornya),” kata pria berbadan tinggi tersebut. (ayp)