Jangka Pendek Penggiringan, Jangka Panjang Bentuk CRU

Solusi Konflik Gajah Liar vs Manusia di Tanggamus

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Konflik satwa liar gajah versus manusia yang menewaskan satu orang di Kabupaten Tanggamus, akhirnya disikapi oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Solusi jangka pendek adalah penggiringan kembali ke dalam hutan. Jangka panjangnya, Pemprov Lampung menyiapkan anggaran khusus melalui APBD-P dan APBD, untuk membentuk Conservation Response Unit (CRU).

Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Pemerintah Kabupaten Tanggamus Paksi Marga menerangkan, saat ini Pemprov Lampung masih mengupayakan solusi jangka pendeknya. Yaitu mengupayakan penggiringan kawanan gajah liar lebih jauh ke dalam hutan lindung, sehingga menjauhi pinggiran hutan.

“Sinergi ini untuk merumuskan solusi mengatasi konflik yang terjadi antara manusia dan satwa liar gajah, khususnya di Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus. Rapat koordinasi lintas sektoral tersebut, diinisiasi oleh Pemprov Lampung,” jelas Paksi Marga, Rabu (11/7) sore.

Kesimpulan hasil rapat, dia menjelaskan, dalam waktu dekat gajah akan digiring   menuju ke Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Penggiringan itu akan dilakukan Non Government Organization (NGO) Repong dengan melibatkan Tim Mahout, dibantu pihak-pihak terkait.

“Penggiringan gajah ke wilayah inti hutan TNBBS itu, memerlukan waktu sekitar dua bulan. Sedangkan masalah dana, ditanggung oleh NGO,” ujar Paksi Marga.

Setelah gajah liar berhasil digiring, dia melanjutkan, dilakukan pemblokiran. Dengan tujuan, gajah liar tidak kembali keluar. Penjagaan akan dilakukan oleh Tim Mahout beserta gajah latih. (ayp)

Pemprov Siap Danai Pembentukan CRU

SELAIN membahas solusi jangka pendek, menurut Paksi Marga, Pemprov Lampung dan lintas sektor saat rapat koordinasi itu juga membahas solusi jangka panjang masalah ini.

Paksi Marga menjelaskan, Pemprov Lampung juga sudah menggelontorkan anggaran khusus melalui APBD-P dan APBD untuk membentuk Conservation Response Unit (CRU) yang dilakukan tim satuan tugas. Tim satgas yang dibentuk akan melaksanakan tugas sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor: G/459/V.23/2017 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Konflik antara Manusia dan Satwa Liar Provinsi Lampung

“Pemkab Tanggamus juga nanti diminta sharing-nya. Tapi belum tahu bentuknya seperti apa, yang jelas kegiatan. Dan angka pasti mengenai solusi jangka panjangnya, juga belum diketahui. Sebab masih dihitung oleh NGO. Intinya Pemkab Tanggamus siap membantu pemprov dan pihak terkait dalam menyelesaikan konflik gajah dengan manusia,” tandas Paksi Marga.

Solusi jangka pendek dan panjang tersebut, disepakati ketika rapat antara Pemprov Lampung, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Bengkulu-Lampung, Dinas Kehutanan Lampung, Pemkab Tanggamus, dan non goverment organization (NGO) yang peduli terhadap konservasi satwa liar, khususnya gajah.

“Rapat dipimpin langsung Pj. Sekretaris Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis di Ruang Rapat Sakai Sambayan Kantor Gubernur Provinsi Lampung, pada Jumat (6/7) lalu,” tandas Paksi Marga. (ayp)

News Reporter