IWO Tanggamus Lahir dari Keprihatinan, Siap Perangi Informasi Hoax!

0
228
views
SK IWO TANGGAMUS: Tanggal 7 Juni 2017 di Jakarta, Ketua IWO Pusat Jodhi Yudono bersama Sekretaris Jenderal menandatangani SK IWO Kabupaten Tanggamus.

Translampung.com, KOTAAGUNG – Berangkat dari sebuah rasa prihatin wartawan online di Tanggamus dipandang sebelah mata, Odo Kuswantoro dari inilampung.com berhasil menggawangi lahirnya Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Tanggamus. Lahirnya organisasi yang mewadahi para wartawan cyber ini, seiring dengan terbitnya Surat Keputusan Nomor: 024/PP-IWO-KAB/VI/2017 PENGURUS PUSAT IKATAN WARTAWAN ONLINE, tentang Struktur Pengurus IWO Wilayah Kabupaten Tanggamus Masa Bakti 2017 – 2022.

SK ditetapkan di Jakarta tertanggal 7 Juni 2017. Dalam SK yang ditandatangani Ketua IWO Pusat, ‎Jodhi Yudono bersama Sekretaris Jenderal, Witanto, tertera posisi Ketua IWO Tanggamus dipercayakan pada Odo Kuswantoro. Lalu Budi Widayat Marsudi yang bernaung di lampungsai.com didapuk menjadi Sekretaris.

“Jujur saja, saya dan beberapa rekan wartawan online di Tanggamus inilah yang berusaha keras, agar IWO di Tanggamus bisa terbentuk. Perjuangan kami membawa IWO ke Tanggamus ini didasari rasa prihatin, bahwa selama ini wartawan online di Tanggamus seperti kerdil dan dipandang sebelah mata,” ungkap Odo.

Selain struktur pengurus, lanjutnya, IWO juga merupakan salah satu organisasi wartawan yang sangat konsen serta berusaha konsisten menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik. Sehingga untuk menjaga agar para Pengurus beserta Anggota IWO Tanggamus tetap berada pada ‘rel’, dibentuk pula Dewan Etik IWO Tanggamus.

Setelah melewati beragam pertimbangan dan sumbang-saran, akhirnya tiga jurnalis dipercaya untuk mengemban posisi Dewan Etik IWO Tanggamus. Mereka adalah Rapik Junaidi dari‎ lenteraswaralampung.com, berikutnya Albertus Yogy Pratama dari translampung.com, dan Irawansyah dari beritapagi.com. Terdapat pula beberapa wartawan online lainnya yang masing-masing berperan sebagai Ketua Bidang.

Odo Kuswantoro ‎menegaskan, lahirnya IWO di Tanggamus menjadi momentum historikal bahwa para wartawan media cyber di Tanggamus, kini sudah memiliki wadah formal. Sebagai front man IWO Tanggamus, Odo akan berupaya mengajak seluruh anggotanya menjadi garda terdepan menjaga konsistensi dan komitmen, untuk berperan aktif meminimalisir menjamurnya informasi hoax di dunia maya.

“Amanah ini bukanlah hal mudah. Oleh karena itu saya sangat berharap, seluruh jajaran Pengurus beserta Anggota IWO Tanggamus dapat menjaga soliditas dan integritas,” tuturnya.

Odo juga menekankan, eksistensi IWO di kabupaten berjuluk Bumi Begawa Jejama bukanlah untuk menjadi rival organisasi-organisasi wartawan yang sudah lebih dulu terbentuk. Namun kehadiran IWO berorientasi mengisi ‘kekosongan’ tempat bernaung para wartawan online. Dia mengungkapkan, IWO adalah salah satu di antara sedikit organisasi wartawan yang sudah diakui eksistensinya oleh Dewan Pers.

“Dan demi pengakuan (Dewan Pers) ini, dari awal IWO Pusat terbentuk sampai detik ini, IWO terus melebarkan sayapnya agar eksis di tiap kabupaten/kota serta provinsi di seluruh Indonesia. Salah satunya di Tanggamus ini,” ujar Odo.

Poin berikutnya yang tak kalah penting, Odo menambahkan, terbitnya SK Pengurus IWO Tanggamus menjadi tolak ukur bahwa wartawan online ternyata eksis dan aktif di Tanggamus. Hal ini menjadi sangat penting, agar jajaran Pemkab Tanggamus beserta seluruh Satuan Kerja ‎Perangkat Daerah (SKPD), DPRD, maupun Forkopimda setempat juga BUMN/BUMD serta pihak swasta, tidak memandang sebelah mata para wartawan online. (hkw)