IW Oknum Anggota Polres Lampura Diduga Terlibat Aksi Begal

0
697
views

Kotabumi – IW Oknum Anggota Polres Lampung Utara(Lampura) yang diduga kuat ikut terlibat aksi pembegalan motor yang terjadi beberapa waktu lalu. IW diketahui terlibat dimana setelah salah satu rekannya Yunus (27) warga Komi Kelurahan Kotabumi Ilir Kecamatan Kotabumi menyerahkan diri ke Polres Lampura, dan hingga kini Iw dan pelaku lainnya yang berinisial RI masih diburu polisi.

Kasat Reskrim Polres Lampura, AKP Supriyanto Husin ketika dikonfirmasi, mengatakan bahwa IW dan RI ikut terlibat dalam pembegalan yang terjadi pada tanggal 27 Februari 2016 yang lalu, dimana hal tersebut diperoleh dari keterangan Yunus,
“Identitas kedua pelaku sudah diketahui dan masih dalam pengejaran. IW merupakan anggota Polres Lampura berpangkat Brigadir. Tapi akan kita lihat apakah IW benar-benar terlibat atau tidak,” Katanya, Kamis (10/3)

Dijelaskan Supriyanto, bahwa diamankannya Yunus setelah pihak keluarga meyerahkan Yunus ke Mapolres setempat, Rabu (9/3) sore. Hal tersebut dikarenakan, Yunus (Pelaku.Red) merasa bersalah telah melakukan pembegalan bersama kedua rekannya. Yang mana modus para pelaku pura-pura menjadi pegawai leasing, dan merampas motor serta harta benda milik korban M. Toyib warga Dusun Lebak Desa Ketapang Sungkai Selatan. Aksi pembegalan itu terjadi di Tempat pemakaman umum (TPU) Kotabumi Ilir, “Yunus diserahkan keluarganya ke polres bersama barang bukti berupa sepeda motor Honda Supra milik korban,” Jelasnya.

Sementara, Yunus (Pelaku.Red) dihadapan polisi bahwa dirinya mengakui semua perbuatan yang telah dilakukannya. Dimana menurut dia ini baru pertama kali melakukan aksi begal. Yunus mengaku bahwa dirinya nekad melakukan aksi itu karena ajakan RI dan IW, ” Saya baru kenal dengan IW. Mereka berdua yang mengajak saya dengan alasan untuk cari uang,” Akunya.

Dikatakannya lebih lanjut, pada saat melakukan paksi embegalan, mereka berpura pura menjadi pegawai leasing dan membawa korban ke pekuburan. Ditempat itulah, keduanya mengambil motor korban.”Waktu kami membawa korban ke lokasi, IW tidak ikut karena kehilangan jejak. Setelah kami ambil, motor itu dibawa oleh RI, dan saya pulang,” terang Yunus.
Dijelaskannya lagi pada saat berada dirumah, dirinya dijemput oleh IW dan diajak ke perkebunan sawit Desa Bumi Agung Kecamatan Abung Timur, dan disanalah RI sudah menunggu dengan motor hasil rampasan mereka.”Dikebun sawit itu kami lepas plat motornya, dan dibawa IW dengan alasan mau dijual ke Natar. Sedangkan uang serta dompet dibawa RI, tapi belum sempet dijual motor itu,” Jelasnya (Mg11)